atgaba_desain

RUMAHKU SURGAKU

SPONSOR (Klik)







Oktober 18, 2008 Ditulis oleh sarjito | Tak Berkategori | | No Comments Yet

Model Pagar

bougenville-two

Bougenvilee Two

lotus-one

Lotus One

lotus-three

Lotus Tree

lotus-four1

Lotus Four

Januari 5, 2009 Ditulis oleh sarjito | Pagar | | & Komentar

Posisi Pagar sebagai Seni Arsitektur

Pagar adalah struktur tegak yang dirancang untuk membatasi atau mencegah gerakan melintasi batas yang dibuatnya. Pagar umumnya dibedakan dengan dinding menurut kekokohan kontruksinya: suatu dinding umumnya didefinisikan sebagai pembatas yang terbuat dari batu bata atau beton yang tidak hanya membatasi gerakan, melainkan juga pandangan (walaupun definisi ini kadang saling tumpang tindih).
Pagar memiliki beberapa kegunaan, misalnya pagar pertanian untuk melindungi hewan ternak dari pemangsa; pagar privasi untuk memberikan privasi; pagar sementara untuk memberikan keselamatan dan keamanan publik pada suatu situs konstruksi; pagar pengaman untuk menghindari pelanggar batas atau pencuri dan mencegah anak-anak dan hewan peliharaan untuk lari; serta pagar hias, untuk mempercantik tampilan rumah, taman, atau lainnya (wikipedia)
Sedangkan pagar dalam bentuk sering kali disepele kan dalam merencakan sebuah rumah atau gedung. Sering kali kita hanya memandang sebelah mata tentang bentuk dan desain tentang pagar, dan kita hanya memandang pagar hanya dalam fungsinya sebagai pembatas area umum dan area privasi rumah kita dan sebagai penegas akan batas rumah kita dan tetangga. Padahal, pagar adalah benda dirumah kita yang pertama kali dilihat oleh orang lain dirumah kita, jadi posisi pagar dalam menentukan keindahan rumah kita sangat besar komposisinya.
Akan tetapi penerapan dan pemilihan motif pagar selama ini sangat jarang dilihat sebagai bagian dari seni dalam desain bangunan, sehingga pemilihan motif, bentuk dan bahan dari pagar sendiri sangat jarang difikirkan. Menurut peraturan tinggi maksimal pagar adalah 1,2 meter, selebih dari itu harus dan transparan atau masif, karena jika pagar terlalu tinggi dan tidak transparan, maka tampak depan dari rumah kita tidak akan terlihat selain itu jika pagar terlalu tinggi atau tidak proporsional dengan besar, kecil dan model rumah kita malah akan membuat kita seperti tinggal didalam penjara.
Ada beberapa macam dan tipe pagar yang bisa kita pakai untuk rumah kita, tergantung selera dan model rumah yang kita pilih. Dan harus kita ingat, desain pagar dan pintu carport sebaiknya dibuat dalam bentuk yang senada sehingga secara keseluruhan akan terlihat harmonis dan menyatu. Bahan-bahan pagar juga menentukan karakter bentuk pagar yang diinginkan. Selain itu bentuk dan model pagar sebisa mungkin diselaraskan dengan bentuk bangunan rumah agar terlihat harmonis. Ada tiga syarat utama dalam membuat pagar, yakni kokoh, aman, dan indah, baik dari segi bahan maupun struktur konstruksi pagar. Pemilihan bentuk, model, tinggi, panjang dan lebar pagar harus disesuaikan dengan kondisi luas lahan, fungsi, proporsi dan komposisi bangunan.

Pagar Kayu.
Pagar kayu memberikan kesan alami dengan menonjolkan teksur serat dan warna alami dari kayu itu sendiri, dan pilihlah kayu yang tahan cuaca dan lapuk, sehingga kayu pun akan lebih awet. Disini kayu bisa diaplikasikan dengan variasi batu alam pada sisi penyangga samping maupun diatas pondasi dan juga untuk perangkai kayunya kita bisa mengkombinasi dengan besi tempa sehingga akan terkesan kokoh, alami namun berkelas.

Pagar Beton
Pagar Beton juga sangat diminati oleh banyak klien saya, dengan alasan akan terlihat sangat kokoh jika dilihat. Dan saya selalu memberikan saran untuk mengkombinasikan dengan tekstur dari batu alam karena akan menambah kesan alami tidak terlihat kaku tanpa mengurangi kesan kuat dan kokoh. Dan tak jarang pula saya menambahkan material besi tempa berulir motif sehingga akan terlihat kekontrasan yang saling memperindah motif pagar itu sendiri.

Pagar Besi Tempa
Pagar besi tempa juga banyak diminati oleh klien saya, karena kuat dan terlihat berkelas katanya. Tetapi seperti yang lainnya, saya akan memberikan masukan bahwa pagar ini akan akan lebih indah jika di kombinasi dengan material yang lain seperti kayu atau beton yang dilapisi country-villadengan batu alam sehingga akan terkesan nilai arsitekturalnya.

Banyak motif dan model untuk desain pagar dan pasti akan terus berkembang sesuai dengan selera zaman.
bougenvile-contemporer

Januari 5, 2009 Ditulis oleh sarjito | Pagar | | No Comments Yet

KONSEP RUMAH JOGLO UNTUK RESTAURAN

Banyak email yang masuk ke email saya yang menanyakan tentang konsep rumah joglo apakah bisa diterapkan dirumahnya tanpa harus meninggalkan nilai indah dan filosofinya tapi juga harus kelihatan modern dan mempunyai nilai seni tinggi, bahkan ada yang bertanya apakah rumah model joglo bisa terapkan untuk area publik contohnya restauran atau rumah makan?..

Disini saya buatkan model restauran dengan konsep rumah joglo, disini memang saya pakai kayu untuk pelapis dinding, agar kesan joglonya tampak dan saya pasang tiang atau soko (dalam bahasa jawa) agar pengunjung merasa nyaman saat makan dan merasa puas sehingga ingin untuk datang kembali. INGAT : bahwasannya pembeli adalah raja, mereka selalu mencari tempat yang membuat mereka nyaman dan berkelas.

Untuk menarik minat pengunjung saya memasang banyak jendela agar pengunjung memiliki view area atau area pandangan yang luas sehingga fokus utamanya tidak selalu kedalam restauran saja, tapi juga ketaman restauran.

Dibagian depan restauran bisa kita pasang lampu mainan tepat ditiang sehingga akan memunculkan kesan indah, ramai tapi tetap berkelas. Tampak bangunan ini memang difokuskan agar membuat pengunjung merasa sebagai priyayi atau bangsawan.

Sekian penjelasan dari saya. Terima Kasih

By : Atgaba Desain Team

Oktober 23, 2008 Ditulis oleh sarjito | eksterior | | & Komentar

Yang Mungil nan Asri

MASA DEPAN, Arsitektur bangunan tropis ini banyak menggunakan bukaan baik berupa pintu, jendela dan skylight untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan asupan cahaya dalam rumah.

Rumah bagi seorang ibu rumah tangga Ari Haryanti Erna Sulistyawati SH idealnya adalah sebagai tempat untuk beristirahat. Karenanya, rumah ini pun harus membuat si penghuni merasa homy.Agar hal itu tercipta, wanita kelahiran Solo, 39 tahun silam itu menata rumah mungilnya semenarik dan senyaman mungkin.

Wanita yang akrab disapa Ny Ari ini sengaja memilih rumah di lokasi yang jauh dari hirukpikuk kota, yaitu di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. ”Untuk menetapkan pilihan di sini, kami sudah hunting rumah ke mana-mana hampir di seluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang. Ketika melihat rumah ini, langsung ”klik” karena udara dan airnya masih bagus dan aksesibilitas ke kantor suami dan ke sekolah anak-anak juga mudah,” papar istri karyawan Bank Swasta Teguh Wahyu SE ini mengawali pembicaraan bersama SINDO.

Bentuk arsitektur rumahnya dapat dikelompokkan sebagai arsitektur vernacular, seperti kebanyakan rumah di Indonesia, yaitu konsep tropis. Untuk mengakomodasi kebutuhan seluruh penghuninya, rumah dengan luas tanah 100 meter persegi dan luas bangunan 87 meter persegi milik almamater Unsoed, Purwokerto, ini dibuat seefektif dan seefisien mungkin. Dengan demikian, penataan ruang per ruang terasa fungsional.

”Untuk membuat rumah ini, saya menggambarnya sendiri dari referensi media cetak dan buku-buku, yaitu dengan tidak memaksakan fungsi ruang. Jadi, seluruh tatanannya dibuat maksimal menggunakan desain tropis. Penataan itu dapat terasa karena semua ruang dibuat dengan pengondisian udara yang lancar dan cahaya luar yang baik,” tutur pengagum keindahan dan kejujuran itu. Agar kesan home sweet home dapat terwujud,wanita berzodiak capricorn ini mendesain ruang dan interiornya serbamungil pula.

”Untuk penataan furnitur, kami harus hunting karena rumah tidak terlalu besar.Karena itu,banyak dipilih secara custom made mengikuti ukuran ruang yang digunakan,” ungkap wanita mungil ini. Hasilnya? Kesan nyaman pun sudah terasa mulai ruang tamu. Di ruangan ini terdapat kursi L shape dengan desain yang disesuaikan ukuran ruang. Dari ruang tamu, kita bisa melihat ruang keluarga karena posisinya berada tepat di depannya. Pembatasnya hanya lemari dua muka dengan pernak-pernik pembentuk ruang.

Di bagian lain rumahnya terdapat ruang makan yang dibuat terkoneksi langsung dengan dapur.Sementara,kehadiran seluruh ruang tidur dibuat dengan ukuran yang sama dengan posisi menghadap ke arah luar. ”Seluruh kamar dibuat menghadap langsung ke arah luar untuk memberi asupan sirkulasi udara dan cahaya matahari yang lancar ke dalam ruang,” papar wanita yang memiliki minat terhadap semua bidang seni dan olahraga itu. Konsep rumah dibuat tanpa sekat.

Bahkan,untuk menambah penataan yang maksimal, tampak pemakaian ceiling berukuran tinggi agar udara masuk dengan lancar ke seluruh ruang. ”Rumah ini tidak terlalu besar, makanya antarruang per ruang dibuat tanpa sekat. Dan untuk menambah luas hunian, penataan ceiling dibuat dengan jarak 3,25 meter,” ujar putri pasangan Drs Soetarto dan Ny Sarati, ini mantap.

Sisi lain yang membuat rumah ini tampak begitu nyaman melalui kehadiran dinding dengan finishing batu alam. Efek warna yang muncul dengan pemakaian batu alam tersebut terasa lebih cozy dan alami. Didukung pemilihan kaca glass block memberi asupan sinar matahari ke dalam rumah sehingga di siang hari pemilik cukup menggunakan cahaya alami.

Sementara, sisi lahan dimanfaatkan Ny Ari sebagai garasi yang terkoneksi langsung dengan teras dan taman mungil yang dilengkapi aneka jenis tanaman hijau di dalamnya.Karena lahan terbatas, untuk menyiasati kesan padat,Ny Ari menata seluruh tanaman dalam pot.

Petakan Bertingkat

Pembeda fungsi ruang. Tampak kehadiran lemari dua muka sebagai tempat untuk meletakkan aksesori pembentuk ruang berfungsi untuk membedakan ruang publik dan ruang privat.

Penataan hunian dengan luas lahan terbatas membutuhkan teknik khusus, mulai faktor pencahayaan sampai pemilihan interior dan warna yang cermat. Sebab, dengan penataan yang tepat akan membuat hunian mungil terasa luas. Konsep penataan hunian yang tepat itulah yang berusaha diaplikasikan Ny Ari.

Dengan penataan ruang per ruang yang dibuat selaras dan mendatangkan perasaan homypada setiap orang yang bertandang. Bahkan, agar penataan rumah mungil pemilik moto ”jalani hidup dengan ikhlas”ini tidak terlihat kaku, sumpek, dan sempit, Ari menyiasati dengan memilih barang yang fungsional dan bermanfaat saja. Sentuhan unik terasa melalui penataan split level mulai bagian depan hingga belakang.

Sebuah petakan-petakan bertingkat (terasering), memberi dampak artistik pada bangunan mungil tersebut. Salah satu tatanan itu dapat ditemukan di ruang tamu yang sengaja dinaikkan hingga mencapai 75 cm dari jalan di depannya. ”Sengaja kami meninggikan rumah ini dari jalan untuk menghindari banjir. Selain itu, agar memudahkan maintenance dan dari penataan feng shui, semakin masuk ke dalam rumah, harus lebih tinggi,” ucap ibunda Fachrizal Arga Prabawa dan Fariza Dear Gharinda ini.

Pemilihan warna natural krem di seluruh bidang dinding terasa pas dengan material alam yang digunakan dalam penataan interior huniannya. ”Pemilihan warna natural supaya lebih mudah memadupadankan furniturnya,” ungkapnya. Sebagai area favorit, Ny Ari memilih ruang keluarga. Di dalam kedua ruang itu, wanita ramah ini mengaku betah menghabiskan waktu seharian sambil mencari inspirasi. (chaerunnisa/SINDO/mbs)

Sumber : Rumahjogja.com

Oktober 14, 2008 Ditulis oleh sarjito | interior | | & Komentar

Taman di Dalam Rumah Bagaikan Oasis di Tengah Gurun

Sejarah Taman dalam Rumah
Pada awalnya taman dalam rumah atau disebut “patio” banyak dibangun di negara-negara yang memiliki padang pasir yang luas atau beriklim gurun, seperti negara-negara berbahasa arab di timur tengah. Jika taman di negara tersebut dibuat di luar rumah maka tidak akan tahan terhadap keringnya iklim gurun. Oleh karena itu membuat taman di dalam rumah adalah solusi bagi mereka. Patio juga akan memberikan efek kesejukan di dalam rumah atau oasis ditengah iklim gurun yang sangat panas.
Jika masyarakat di negara-negara timur tengah yang panas bisa menjadikan oasis buatan di dalam rumahnya, kenapa kita orang Indonesia tidak mencobanya. Taman di dalam rumah mungkin bisa membantu anda merasa rileks setelah seharian penuh disibukkan dengan urusan pekerjaan yang melelahkan.
Dewasa ini masalah utama masyarakat perkotaan adalah terbatasnya lahan yang dapat dijadikan perumahan. Kalaupun ada, maka luasan setiap rumah sangat minimal. Bahkan di beberapa kota besar sudah muncul tren untuk tinggal di rumah vertikal atau yang sering disebut dengan apartemen. Namun demikian keinginan untuk memiliki taman tetap saja menjadi idaman setiap keluarga. Jika demikian merancang taman sederhana di lahan yang terbatas bisa dijadikan pilihan.

Nilai Estetika Ruang
Sempitnya lahan sebenarnya bukanlah persoalan. Sebab, lahan yang sempit pun bisa diakali. Sebagian orang mungkin berpikir, keberadaan taman di dalam rumah hanya akan menyia-nyiakan lahan. Sebetulnya, keberadaan taman di dalam rumah justru bisa menambah nilai estetika ruang.
Nilai estetika yang pertama adalah memberi efek kejutan ruang atau spatial surprise. Perasaan sedikit terkejut yang menyenangkan (bagi tamu) ketika tiba-tiba berhadapan dengan taman di tempat yang tak terduga bisa menyegarkan di tengah-tengah ruang tertutup.
Nilai estetika yang kedua adalah memberi efek keberagaman ruang atau spatial diversity. Selain membutuhkan ruang tertutup (ada dinding ada atap) manusia juga membutuhkan tempat setengah tertutup (ada atap tidak ada dinding), setengah terbuka (ada dinding tidak ada atap), dan ruang sama sekali terbuka (hanya ada perkerasan) untuk menciptakan tempat berteduh yang nyaman di saat kondisi cuaca berubah-ubah.
Nilai estetika yang ketiga adalah pelegaan ruang atau spatial decompression. Perasaan lega/terlepas dari kungkungan ruang tertutup menuju ruang terbuka, bisa dirasakan jika ada taman dalam rumah kita.

Manfaat
Tak hanya menambah nilai estetika sebuah ruang, namun patio atau yang sering disebut juga dengan inner courtyard memiliki banyak sekali manfaat. Selain menambah keindahan dan kenyamanan dalam rumah, patio juga bisa dijadikan tempat menyerap matahari ke dalam rumah. Sehingga penerangan alami bisa benar-benar dioptimalkan kala siang hari.
Manfaat selanjutnya adalah memperlancar aliran udara di dalam rumah. Ruang yang baik haruslah menganut sistem cross ventilation atau udara mengalir lurus dari satu sisi ke sisi yang lain. Dengan membuat patio maka sistem ini akan mudah dilaksanakan. Rumah yang sehat akan otomatis tercipta jika udara mengalir lancar di dalam rumah.
Di rumah yang tak terlalu luas penghuni akan cepat merasa sumpek. Kalau saja ia merelakan sejengkal saja tanahnya untuk taman, suasana ruang pasti akan berbeda. Sepulang kerja misalnya,anda bisa refreshing dengan melihat taman yang asri.

Dimana Patio Cocok Dibangun?
Umumnya patio paling cocok ditempatkan di ruang yang paling sering digunakan penghuni. Menyatu dengan ruang keluarga yang biasa digunakan untuk berkumpul dan menonton televisi adalah salah satunya. Tapi penataannya jangan sampai mengganggu fungsi utama ruang itu. Arah cahaya masuk di siang hari yang salah bisa membuat layar televisi anda memantulkan cahaya dan tak enak ditonton. Sebaiknya arah cahaya masuk bukan dari depan atau belakang televisi, namun bisa dari samping kiri dan kanan.
Ruang lain yang bisa dipilih untuk disatukan dengan taman adalah ruang makan dan dapur. Sering tak kita sadari bahwa ruang makan bisa jadi merupakan tempat paling sering berkumpul keluarga. Bukannya di depan televisi, namun justru asyik bencanda ria sambil menyantap hidangan di saat pagi dan malam hari. Pagi hari biasanya seluruh anggota keluarga langsung menyerbu ruang makan sebelum memulai aktifitasnya. Apa salahnya jika memulai hari dengan sarapan dan mendapat bonus pemandangan menawan dan kesegaran dari taman yang menyatu dengan ruang makan. Begitu pula di malam harinya, makan malam bisa tambah romantis dan hangat bila hidangan lezat plus lilin menyala dikelilingi indahnya taman yang menawan.
Dapur modern juga sangat cocok disatukan dengan taman. Sebab dapur bersih bisa saja merupakan tempat ibu-ibu menghabiskan waktunya seharian memasak untuk suami dan anak tercinta. Lagi pula dapur merupakan salah satu ruang yang membutuhkan sirkulasi udara yang baik. Terdapatnya kompor gas menuntut adanya sirkulasi udara yang maksimal sebab jika sewaktu-waktu terjadi kebocoran maka menyatukan taman dengan dapur bisa dijadikan solusi.

Bagaimana Membuat Taman Dalam Rumah ?
Dalam membangun taman dalam rumah, pemilik rumah harus mempertimbangkan kondisi sirkulasi udara dalam ruang. Sebab, tumbuhan membutuhkan udara. Angin juga penting untuk pohon. Karena itu, bagian atas taman harus terbuka. Bagian terbuka itu tak hanya untuk aliran udara saja melainkan juga untuk area masuknya cahaya matahari yang sangat diperlukan tanaman untuk proses fotosintesis.
Faktor selanjutnya yang harus diperhatikan adalah proporsi ukurannya dengan rumah anda. Idealnya memang ukuran patio minimal sekitar 3×4 meter. Namun jika rumah anda memang tak begitu luas, anda tetap bisa membuat ukuran yang lebih kecil. Perancangan taman dalam rumah perlu memperhatikan arah masuknya cahaya matahari dan sirkulasi udara yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidaup tanaman.
Patio ukuran kecil sebaiknya diberi perkerasan penuh. Sehingga tanaman cukup ditempatkan di dalam pot-pot yang memiliki fleksibilitas dalam penataan juga pertumbuhannya.

Memilih Tanaman
Tanaman ibarat roh dari sebuah taman. Kehadiran tanaman inilah yang membawa kesejukan dan kedamaian bagi penghuni rumah. Karena ukuran lahan yang tak terlalu luas maka pilihan tanaman sebaiknya memiliki bentuk yang sederhana. Ranting dan cabangnya besar. Tidak butuh banyak perawatan. Siluet dan tampilannya tak berlebihan. Dan yang paling penting tanaman harus bisa tetap hidup di segala musim.
Anda bisa saja memilih-milih tanaman di pameran tanaman yang kini sangat sering digelar. Tapi jangan lupa tanaman tertentu bisa saja hanya cocok di daerah tertentu. Maka jika tanaman tersebut anda bawa pulang maka tak lama kemudian tanaman tersebut akan mati.
Komposisi dalam menata taman juga harus diperhatikan. Pastikan ada tanaman yang diibaratkan sebagai artis figuran atau background dan ada pula yang diibaratkan sebagai bintang utama atau point of interest dari semuanya. Rumput bisa jadi merupakan background yang paling umum digunakan. Sedangkan untuk point of interest-nya, anda bisa menempatkan tanaman bunga berwarna merah atau kuning di tengah-tengah hijaunya tanaman yang lain.

Menambahkan Aksesoris
Taman kalau hanya diisi dengan tanaman saja mungkin ada yang bilang belum sah. Taman harusnya juga diberi berbagai aksesoris yang bisa dijadikan pemanis. Jika anda memilih taman basah, maka kolam adalah salah satu elemen penting yang mesti diperhatikan. Unsur air akan membawa hawa kesejukan bagi kita sehabis penat bekerja seharian.
Jika lahan anda tak terlalu luas maka anda bisa membuat kolam ikan sederhana. Masukkan saja ikan mas atau ikan koi, selain bentuknya yang unik dan lucu, ikan tersebut termasuk dalam kategori mudah dalam perawatan. Jika anda tak ingin terlalu rumit mengurus ikan, maka kolam refleksi/kolam pantul berukuran kecil bisa anda pilh untuk mendapat efek yang berbeda. Pemilihan lokasi kolam pantul adalah kunci dalam perancangan kolam jenis ini. Sebab pantulan dari sesuatu yang berada diatasnya itulah yang akan kita nikmati keindahannya.
Jika anda memilih taman kering atau tanpa kolam air, maka anda bisa menata pijakan-pijakan kaki dari batu di tengah rerumputan sebagai elemen yang diunggulkan. Aksesoris simpel macam gentong atau patung sederhana dari batu paras atau gerabah bisa dijadikan pilihan dalam mempercantik taman. Untuk mendapatkannya pun saya rasa tak terlalu sulit. Anda bisa memilih berbagai aksesori unik di desa wisata kerajinan macam Kasongan.
Menambahkan pencahayaan dekoratif bisa memberi efek menawan di malam hari. Tempatkan saja lampu taman yang temaram di atas kolam pantul. Maka efek pantulannya bisa memperindah candle light dinner anda. Tempatkan lampu jenis downlight diatas rerumputan atau jenis lampu upper lighting dibawah pohon. Sumber cahaya non elektrik juga bisa menjadi pilihan. Obor-obor kecil atau lilin apung di tengah kolam bisa jadi akan menimbulkan efek yang lebih baik dari pencahayaan elektrik.

Merawat Taman Dalam Rumah
Yang pertama akan kita bahas adalah merawat rumput. Jika rumput sudah terlalu panjang, maka pangkas rumput dengan pemotong rumput atau gunting rumput. Tinggalkan minimal 1/3 bagian dari tinggi rumput. Jika terlalu pendek justru memicu tumbuhnya rumput liar. Bersihkan semua potongan rumput yang sudah kering, setelah itu beri pupuk pembasmi rumput liar. Rumput juga membutuhkan oksigen dari tanah, maka anda bisa menusuk tanah yang sudah ditumbuhi rumput dengan garu untuk memacu pertumbuhannya. Lakukan hal ini terutama jika kondisi tanah terlalu keras. Rumput juga perlu disiram secara rutin terutama di kala musim kemarau tiba.
Yang kedua adalah merawat tanaman di dalam pot. Gunakan tanah kompos khusus yang bisa dengan mudah kita beli di pedagang-pedagang tanaman hias. Pilih dasar pot yang berlubang, sebab ini bisa untuk meminimalkan kadar air dalam pot. Manfaatkan berbagai pupuk yang cocok (tanyakan saja pada ahlinya) untuk pertumbuhan tanaman.
Yang berikutnya adalah merawat bebatuan. Perawatan berkala diperlukan pada beberapa jenis bebatuan. Biasanya batu mudah ditumbuhi lumut. Untuk batu tertentu mungkin lumut akan mempercantik taman. Namun bisa jadi lumut justru membahayakan. Untuk batu pijakan misalnya, jika batu pijakan ditumbuhi lumut bisa anda bayangkan apa yang akan terjadi. Batu akan menjadi licin dan bisa menyebabkan kita terpeleset di taman. Oleh karenanya hambat dengan menyikat batu secara berkala dan jika perlu anda bisa melapisi batu dengan coating yang bisa didapat dengan mudah di toko cat atau toko bangunan.

Akhir kata, selamat menikmati taman dalam rumah, selamat menemukan oasis ditengah hawa panas yang kian membuat gerah.

Disusun oleh:
Hangga Hardhika, S.Sn.
Dosen Program Studi Desain Interior
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Sumber : rumahjogja.com

Oktober 14, 2008 Ditulis oleh sarjito | Tak Berkategori | | No Comments Yet

Menata Rumah Tipe-36 Jadi Nyaman

PERMASALAHAN klasik yang dihadapi sebagian besar rumah masa kini adalah ruangan yang terbatas karena tipenya yang kecil. Sehingga menata interior ruangan dengan luasan terbatas menjadi sebuah tantangan tersendiri. Jika tidak pintar menyiasati penataan, ruangan akan menjadi kian terasa sesak serta tidak nyaman.

Tentu bukan karena memiliki dua rumah tipe 36, jika kemudian penataan di kediaman pribadi Ir Winarno menjadi terasa lebih lega. Namun kemampuan memperhatikan gaya, langgam atau style rumah disebutnya menjadi penting. Dari situlah kemudian bisa menentukan langkah menata rumah dengan apik dan lega, sekalipun kediaman ini penuh pernak-pernik kecil.

Pemilik rumah memang tidak menghabiskan lahan untuk membuat ruangan menjadi lega. Namun penyekat dari dua rumah BTN Tipe-36 yang menyatu ini dihilangkan dan kemudian 2 ruang tamu mungilnya bersatu. Ruang tamu pun dibuat menyambung pada ruang keluarga tanpa sekat-sekat tembok kecuali rana (sketzel) pendek dan juga sebuah rak pendek untuk meletakkan barang koleksinya yang tertata rapi. “Konsepnya, dari pintu masuk yang dibuat pintu geser, bisa langsung memandang ke dalam tanpa ada penghalang,” ucap Winarno.

Di tangan arsitek yang berkali-kali meraih penghargaan untuk pelbagai lomba, rumah mungil ini menjadi terasa lapang. Kesan lega langsung muncul ketika seluruh tembok warna hijau muda dipadu dengan pintu, kusen warna hijau tua serta siluet warna keemasan. Warna hijau dinding juga cocok dipadankan dengan furniture sederhana berwarna coklat tua. Penggunaan satu warna pada dinding disebut Winarno menjadi konsep mutlak bila ruangan tidak terlalu luas.

Bukan hanya patokan warna senada yang menjadi syarat agar ruangan kecil terasa melegakan. Namun juga dengan menyesuaikan perabot kecil dengan membuat penataan simetri sehingga semua menjadi satu kesatuan yang langsung tertangkap mata dan hati. Untuk ruang kecil, Winarno mengakui pemilihan asesori menjadi sesuatu hal yang sangat sensitif. Karena itu dalam mencari aksesoris dan menatanya, beberapa konsep harus dipatuhi. Pertama, jangan sekali-kali menggunakan lampu robyong atau lampu bandul yang besar. Kedua, untuk ragam hias tempel di dinding, usahakan ada satu inti dengan beberapa hiasan penunjang. Ketiga, untuk di bawah, usahakan 1 hiasan di pusat dan bisa dikelilingi penunjang.

Tetapi pemilik rumah adalah orang yang sangat suka mengumpulkan barang-barang bekas yang memiliki nilai seni. Untuk menyiasati sempitnya ruang tamu ini, Winarno mendesain sendiri sofa sudut – agar model dan ukurannya bisa pas dengan ruangan yang sempit dan plafon tidak tinggi — yang kemudian dipadu kursi Madura di satu sisi. Di sisi lain, sofa dan kursi lainnya merupakan rancangan sendiri dan dibuat dengan bantal kursi berwarna hijau muda. Sedang di ruang keluarga yang dibuat santai dengan kursi ber-jok lebar dimana orang yang duduk bisa langsung bersandar tembok di antara dua meja yang penuh pernak-pernik diberi 2 kursi rotan untuk lesehan. Di pinggir sofa ini diberi sekaligus rak yang bisa untuk menata hiasan. Dengan cara itu, pernak-pernik yang dikumpulkan bisa dipajang dan seluruh keluarga penghuni rumah bisa menikmati tayangan televisi bersama-sama.

Penataan yang simpel, peletakan yang sederhana dengan mengambil satu nuansa menjadikan rumah mungil yang dipenuhi barang-barang bekas yang sebagian besar merupakan barang asesori jadul alias zaman dulu ini menjadi terasa nyaman. Apalagi jika mengerti dan memahami bagaimana barang-barang bekas itu telah dikumpulkan selama belasan tahun dan masing-masing memiliki ’sejarah penemuan’ sendiri-sendiri.

Tanpa harus merombak total rumah, namun berprinsip memanfaatkan setiap jengkal ruangan yang ada dengan cita rasa seni, membuat suasana beda terasa. Dan Winarno tetap berusaha menghadirkan rumah masa kini yang mungil ini dengan nuansa ‘zaman doeloe’ – termasuk tetap menggunakan tegel (ubin) abu-abu tanpa diganti keramik – yang nyaman dan membuat tamu merasa kerasan. (Fsy)-d

sumber: http://www.kr.co.id

Oktober 14, 2008 Ditulis oleh sarjito | interior | | & Komentar

Rumah Type 55 m2 Bpk Setyo Hartono di Solo.

Sehubungan permintaan Bapak Setyo di Solo untuk membantu mendesain rumah yang akan dibangunnya, dengan panjang 10 m dan lebar 5,5 m (Luas = 55 m2 ) adapun ruangan minta dari bapak Setyo adalah :

  • Halaman , Teras
  • Ruang Tamu
  • Ruang Keluarga
  • Kamar Tidur ( 2 Buah )
  • Dapur
  • Kamar Mandi / WC
  • Tempat Jemuran.

Dan penataan ruangan yang kami lakukan bisa dilihat digambar denah.

denah

denah

Kami menata semua ruangan agar tidak ada lahan kosong yang tidak terpakai dan tidak bermanfaat, dan kami menempatkan ruang keluarga setelah ruang tamu dan tidak ada tembok penyekat disitu agar ruang tamu terlihat luas begitu juga ruang keluarga, dan untuk menjaga privasi anggota keluarga yang sedang bermain diruang tamu dan juga tidak menggangu konsentrasi tamu penyekat bisa diganti dengan bahan kayu yang biasa digunakan oleh rumah jawa kuno sehingga bisa menambah nilai seni dari rumah itu. contoh Gbr sekat.

Dan dapur kami tempatkan dibelakang langsung berhadapan dengan jendela belakang yang menghadap ruang jemuran, dan ruang jemuran kita pergunakan juga untuk taman belakang sehingga asap yang dtimbulkan dapur bisa langsung terserap oleh taman.

Untuk kamar mandi kami tempatkan paling belakang disebalah kanan ruang jemuran sehingga kamar mandi tidak terlihat penat.

Untuk tampak depan rumah bisa dilihat digambar tampak depan.

tampak depan

tampak depan

Kami mendesain tampak depan dengan model pintu dan jendela minimalis tanpa ada ukiran agar terlihat modern dan dinamis, dan bagian bawah tembok kita pasang batu alam model kotak memanjang agar rumah terlihat lebar dan bagian atas kita pasang revelt dari besi yang dicat hitam agar bisa menutupi kekosongan ornamen.

tampak samping

tampak samping

Demikiaan desain dari kami semoga membantu bapak dapat membangun rumah.

Hormat Kami

Atgaba Desain Team

Agustus 23, 2008 Ditulis oleh sarjito | eksterior | | & Komentar

Perencanaan Rumah Type 240/180 Dilahan Pojok (Hooks)

Memiliki tanah dipojok jalan atau Hooks kadang membuat repot, karena desain rumah pada umumnya hanya memiliki satu muka untuk entrance atau akses keluar masuk, tetapi jika kita memiliki lahan yang berada dipojok jalan mau tidak mau kita harus memiliki 2 muka yang langsung menghadap jalan, sehingga kadang kita bingung memilih muka yang mana untuk dijadikan entrance atau akses keluar masuk!
Kalau kita memilih satu muka saja berarti muka yang lain tidak terpakai, dan bagaimana kalau muka yang kita pilih salah dan membuat rumah kita menjadi tidak indah untuk dilihat. Dan desain yang jarang ada adalah rumah yang memiliki dua entrance atau dua akses keluar masuk, disini kami dari Atgaba Desain Team memiliki desain yang mungkin bisa diaplikasikan ke rumah bapak/ibu!
Disini kita mempunyai lahan 15m x 12m dan layout lahannya seperti gbr1

Lantai 1 kita buat memiliki 2 entrance atau dua akses untuk keluar masuk dan itu kita bedakan untuk penghuni rumah dan tamu, disini untuk tamu kita hanya menyediakan teras dan langsung masuk menuju ruang tamu tamu, dan untuk penghuni rumah bisa memakai entrance yang lain yaitu sebelah kanan rumah sehingga mobil atau motor bisa langsung masuk ke garasi. Sehingga walaupun rumah sedang ada tamu, maka penghuni rumah yang lain bisa dengan bebas keluar masuk tanpa harus khawatir menggangu tamu yang sedang berkunjung!. Dan garasi juga saya beri pintu sehingga jika pembantu sehabis belanja bisa langsung menuju dapur yang berada setelah dapur. Untuk membuat dapur nyaman maka kami membuat taman dipojok rumah, sehingga asap dari dapur bisa langsung terserap tanaman ditaman, dan juga taman ini menimbulkan kesan asri dari rumah itu sendiri.lihat gbr 2


Untuk tempat bermain dan lihat tv anak kita buat dekat dengan taman luar sehingga disaat melihat tv kita tetap bisa melihat taman didepan rumah. Disini kita membuat hanya membuat 2 kamar tidur untuk lantai 1 dengan harapan lebih banyak ruang kosong untuk akses didalam rumah sendiri. Dan untuk tangga kita buat setengah melingkar sehingga terdapat klasik, dan untuk voidnya kita buat lumayan luas sehingga membuat sirkulasi udara menjadi bebas keluar masuk dari lantai 1 menuju lantai 2 atau sebaliknya, dan ini membuat rumah lebih terlihat luas.
Lantai 2 kita buat memiliki 3 kamar tidur, karena voidnya kita buat luas maka kita dapat melihat apa yang terjadi di lantai 1 lewat void. Dan untuk lantai 2 ini kita memiliki tempat untuk menjemur pakaian dibelakang rumah, dan terdapat juga kamar yang kami desain luas dengan maksud ini bisa dipakai khusus bapak/ibu pemilik rumah, karena disini kami desain memiliki kamar mandi didalam. Dan juga bisa diletakkan lemari dan meja tv.

Seperti yang kami jelaskan diatas, bahwasannya untuk perletakkan pintu kami mempunyai rencana khusus, begitu pula dengan perletakkan jendela. Disini jendela kami desain ada 2 macam, yang 1 sedang dan yang 1 besar seperti dapat kita lihat di gbr 3


Disini kita memiliki maksud agar sirkulasi udara menjadi lebih longgar dan merata keseluruh ruangan. Dan pencahayaan juga kita buat maksimal memakai cahaya matahari dan seminim mungkin dalam memakai lampu listrik. Lihat gbr 4

Didesain : Sarjito
Atgaba Desain

Mei 1, 2008 Ditulis oleh sarjito | eksterior | | & Komentar

Tips Merencanakan Rumah

Lebih kurang 85 persen rumah tinggal yang berdiri sendiri (detached) mengalami perkembangan luas lantai bangunan. Ini aspek yang perlu diperhatikan karena rumah yang dirancang untuk tumbuh adalah “rumah rencana di atas rencana”.
Pengembangan rumah bisa dilakukan secara horizontal, vertikal, atau gabungan di antara keduanya. Apabila menyangkut lahan sempit, pengembangannya berarti ke arah vertikal.
Kalau ke arah vertikal, berarti ada persiapan pada fondasi. Fondasi-fondasi di tempat tertentu sudah disiapkan untuk menanggung beban dua lantai, sedangkan pada saat ini hanya dibangun satu lantai. Ke arah horizontal akan lebih mudah, tetapi berarti Anda harus memiliki lahan cukup untuk pengembangan.
Akan tetapi, ke arah mana pun bangunan rumah tinggal Anda dibangun, masalah rumah tinggal yang direncanakan berkembang ialah bagaimana supaya pada setiap tahap perkembangan rumah Anda terlihat rapi dan tidak ada masalah kebocoran di tempat yang akan menjadi “sambungan” bangunannya.
Contohnya, jika kita menyiapkan rumah tinggal akan berkembang ke atas, berarti Anda harus menyiapkan tempat untuk tangga. Di tempat tangga selalu ada lubang besar yang disebut sebagai lubang tangga. Saat lantai kedua belum dibangun biasanya terlihat ruang dengan bagian atas menganga.
Ini semua membutuhkan perancangan yang bertahap dan setiap tahap merupakan rancangan yang selesai. Artinya, wujudnya adalah wujud selesai pada tahap tersebut. Jangan tampak rumah ini belum selesai. Misalnya, kita membangun dalam tiga tahap yang memakan waktu lama. Lalu, setiap tahap berjarak lima atau sepuluh tahun, maka bisa dibayangkan kalau tidak tampak selesai selama waktu itu, tentu akan berdampak pada citra pemilik rumah.
Hal yang perlu diperhatikan adalah soal teknis, terutama pada hal yang tidak terlihat. Umpamanya soal fondasi tadi yang harus disiapkan untuk tahap selanjutnya, yaitu berupa tambahan lantai di atas, maka kita harus menyiapkan fondasi yang akan mampu mendukung bangunan dua lantai. Meskipun untuk selama lima tahun, misalnya hanya mendukung satu lantai, ada investasi yang harus kita benamkan selama itu.
Mengenai saluran dan instalasi lainnya harus dibuat sedemikian rupa agar kita tidak perlu membongkar instalasi yang lama bila kita melakukan perluasan. Lagi-lagi ada investasi yang ditanamkan.
Juga di setiap tahap tentu akan ada masalah tentang ventilasi dan pencahayaan alami. Ini yang harus diperhatikan dalam perancangan bahwa pada tahap- tahap awal proporsi pendanaannya akan lebih besar dari tahap berikutnya.
Meski demikian, merancang rumah tumbuh tetap cukup menarik dari segi pendanaan mengingat kita akan segera memperoleh tempat tinggal di satu pihak dan mengingat pula uang yang kita miliki akan terus menurun nilainya bila kita tidak segera membelanjakannya, di lain pihak.
Dari segi kepraktisan, rumah tumbuh akan memberikan kita efisiensi hidup karena rumah yang kita tinggali mengikuti kebutuhan yang pas sepanjang perjalanan hidup keluarga kita.

Kiat

Gunakan bahan finis dari bahan alam, seperti batu kali, kayu, atau bata agar pada saat pengembangan beberapa tahun kemudian kita tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan-bahan finis yang diperlukan.
Seandainya kita menggunakan bahan buatan, seperti keping keramik, kemungkinan besar kita tidak bisa mendapatkan lagi jenis dan warna yang sama seperti yang kita gunakan karena tidak tersedia lagi di pasar. Itulah sebabnya lebih baik jika kita menggunakan bahan alam yang selalu tersedia kapan pun.
Akan tetapi, sebaliknya bisa juga Anda memasukkan tema kronologis dalam rancangan Anda. Artinya, Anda justru ingin memberi finis dengan corak warna bahan yang berbeda di setiap tahap sehingga pada akhirnya rumah Anda bisa “bercerita” bagian mana yang dibangun pertama.

sumber: http://www.kompas.co.id

April 24, 2008 Ditulis oleh sarjito | eksterior | | No Comments Yet