Tips Merencanakan Rumah
Lebih kurang 85 persen rumah tinggal yang berdiri sendiri (detached) mengalami perkembangan luas lantai bangunan. Ini aspek yang perlu diperhatikan karena rumah yang dirancang untuk tumbuh adalah “rumah rencana di atas rencana”.
Pengembangan rumah bisa dilakukan secara horizontal, vertikal, atau gabungan di antara keduanya. Apabila menyangkut lahan sempit, pengembangannya berarti ke arah vertikal.
Kalau ke arah vertikal, berarti ada persiapan pada fondasi. Fondasi-fondasi di tempat tertentu sudah disiapkan untuk menanggung beban dua lantai, sedangkan pada saat ini hanya dibangun satu lantai. Ke arah horizontal akan lebih mudah, tetapi berarti Anda harus memiliki lahan cukup untuk pengembangan.
Akan tetapi, ke arah mana pun bangunan rumah tinggal Anda dibangun, masalah rumah tinggal yang direncanakan berkembang ialah bagaimana supaya pada setiap tahap perkembangan rumah Anda terlihat rapi dan tidak ada masalah kebocoran di tempat yang akan menjadi “sambungan” bangunannya.
Contohnya, jika kita menyiapkan rumah tinggal akan berkembang ke atas, berarti Anda harus menyiapkan tempat untuk tangga. Di tempat tangga selalu ada lubang besar yang disebut sebagai lubang tangga. Saat lantai kedua belum dibangun biasanya terlihat ruang dengan bagian atas menganga.
Ini semua membutuhkan perancangan yang bertahap dan setiap tahap merupakan rancangan yang selesai. Artinya, wujudnya adalah wujud selesai pada tahap tersebut. Jangan tampak rumah ini belum selesai. Misalnya, kita membangun dalam tiga tahap yang memakan waktu lama. Lalu, setiap tahap berjarak lima atau sepuluh tahun, maka bisa dibayangkan kalau tidak tampak selesai selama waktu itu, tentu akan berdampak pada citra pemilik rumah.
Hal yang perlu diperhatikan adalah soal teknis, terutama pada hal yang tidak terlihat. Umpamanya soal fondasi tadi yang harus disiapkan untuk tahap selanjutnya, yaitu berupa tambahan lantai di atas, maka kita harus menyiapkan fondasi yang akan mampu mendukung bangunan dua lantai. Meskipun untuk selama lima tahun, misalnya hanya mendukung satu lantai, ada investasi yang harus kita benamkan selama itu.
Mengenai saluran dan instalasi lainnya harus dibuat sedemikian rupa agar kita tidak perlu membongkar instalasi yang lama bila kita melakukan perluasan. Lagi-lagi ada investasi yang ditanamkan.
Juga di setiap tahap tentu akan ada masalah tentang ventilasi dan pencahayaan alami. Ini yang harus diperhatikan dalam perancangan bahwa pada tahap- tahap awal proporsi pendanaannya akan lebih besar dari tahap berikutnya.
Meski demikian, merancang rumah tumbuh tetap cukup menarik dari segi pendanaan mengingat kita akan segera memperoleh tempat tinggal di satu pihak dan mengingat pula uang yang kita miliki akan terus menurun nilainya bila kita tidak segera membelanjakannya, di lain pihak.
Dari segi kepraktisan, rumah tumbuh akan memberikan kita efisiensi hidup karena rumah yang kita tinggali mengikuti kebutuhan yang pas sepanjang perjalanan hidup keluarga kita.
Kiat
Gunakan bahan finis dari bahan alam, seperti batu kali, kayu, atau bata agar pada saat pengembangan beberapa tahun kemudian kita tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan-bahan finis yang diperlukan.
Seandainya kita menggunakan bahan buatan, seperti keping keramik, kemungkinan besar kita tidak bisa mendapatkan lagi jenis dan warna yang sama seperti yang kita gunakan karena tidak tersedia lagi di pasar. Itulah sebabnya lebih baik jika kita menggunakan bahan alam yang selalu tersedia kapan pun.
Akan tetapi, sebaliknya bisa juga Anda memasukkan tema kronologis dalam rancangan Anda. Artinya, Anda justru ingin memberi finis dengan corak warna bahan yang berbeda di setiap tahap sehingga pada akhirnya rumah Anda bisa “bercerita” bagian mana yang dibangun pertama.
sumber: http://www.kompas.co.id
Makna Tanaman di Halaman Rumah
HALAMAN yang seluruhnya tertutup beton maupun keramik akan mematikan energi qi/chi. Dalam pandangan Feng Shui penghuni sulit memiliki keberuntungan bumi. Perlu diingat, tanah juga perlu bernafas. Dengan memberi cukup ruang untuk berinteraksi dengan udara, keberuntungan hidup lebih baik dipercaya akan mendatangi penghuninya.
Udara akan bebas mengalir sehingga suasana ruangan menjadi segar dan lebih hidup. Dalam pemahaman ilmu arsitektur pun, rumah tanpa tanaman tak memiliki nilai keasrian. Dengan begitu, citra rumah yang baik dan nyaman tak bakalan muncul.
Konsep Feng Shui, menjabarkan fungsi dan kegunaan beberapa jenis tanaman. Fungsi ini menjadi bentuk penilaian baik dan buruk dari jenis tanaman tertentu. Tanaman bernilai ‘baik’ sering diartikan dapat mengundang hawa rezeki agar bersedia singgah ke dalam rumah. Sebaliknya, tanaman berkriteria ‘buruk’ diyakini dapat mencelakakan penghuninya. Karenanya, beberapa jenis tanaman menjadi pantangan dan dijauhkan dari lingkungan rumah.
Beberapa jenis tanaman yang dianggap memiliki kandungan makna ‘baik’ di antaranya, Srikaya: punya harapan untuk menjadi kaya raya, Sri Rejeki: berharap punya rezeki yang baik, Delima: sangat baik untuk nilai keharmonisan serta keakraban suami istri dan keluarga.

Palem Merah/Palem Raja: meningkatkan kedudukan dan rezeki, Palem Botol: mengacu fungsi botol, filosofinya rezeki yang masuk bisa tersimpan dengan baik, Bambu: lambang panjang umur dan keteguhan jasmani-rohani, karena sifat bambu ulet dan mampu mengatasi perubahan cuaca.
Kelapa Gading: dalam perjodohan dan kehidupan mengandung inti kehidupan kekal, Cempaka Mulya: memperoleh berkat dan karunia Yang Maha Kuasa, Wijaya Kusuma: memperoleh kejayaan hidup, keharuman nama serta berkat Tuhan, Melati: nilai kesucian hati, Cemara/Pinus: umur panjang dan keteguhan jiwa, Teratai: lambang kesucian yang tak tercemari dan keharmonisan hidup.
sumber: www.kr.co.id
Mengatasi Gangguan Rayap di Rumah Kita
Berapa banyak keberuntungan yang harus Anda miliki untuk terhindar dari gangguan rayap atas rumah atau bangunan hunian milik Anda? Mungkin tak ada yang tahu. Tetapi, yang jelas Anda hanya butuh satu kesialan saja untuk menerima kenyataan bahwa rumah Anda digerogoti sampai habis oleh binatang gigih itu.
Ya, rayap sudah begitu buruk citranya bagi pemilik rumah dan bangunan karena kerugian yang diakibatkan oleh mereka. Padahal, rayap adalah binatang yang amat berguna untuk menghancurkan benda-benda organik di permukaan tanah. Menurut para ahli rayap, 95 persen dari 2.500 jenis rayap lebih yang ada di dunia ini berguna bagi kelangsungan ekosistem tanah. Namun, sebenarnya tidak ada rayap yag merugikan manusia kalau dicermati lebih mendalam karena rayap eksis terlebih dahulu daripada rumah tinggal di alam ini.
Rumah baru datang kemudian dan menempati lahan-lahan tempat mencari makan mereka, sementara rayap-rayap harus terus melangsungkan kehidupan mereka. Rayap-rayap pekerja yang bekerja sangat efisien tidak bisa membedakan kayu yang berharga dan tidak berharga. Mana pula membedakan dengan istana.
Sebenarnya kita mudah mengatasi masalah rayap dengan menghindari penggunaan sasaran utama rayap, yaitu kayu dan benda-benda yang mengandung selulosa lainnya, sebisa mungkin. Namun, apa boleh buat, kecintaan manusia akan keindahan, kemudahan, dan kenyamanan kayu sejauh ini masih cukup tinggi. Kalau tidak, mengapa jutaan hektar hutan ditebangi setiap tahunnya?
Selama manusia masih suka menggunakan kayu yang merupakan makanan alamiah rayap untuk membangun dan menghias huniannya, selama itu pula risiko gangguan rayap terbuka. Pada hakikatnya kita hanya bisa mengurangi kans datangnya gangguan tersebut.
Mengatasi dengan menggunakan pestisida yang ditebarkan ke bawah tanah jelas akan terhambat dengan semangat perlindungan lingkungan hidup (racun untuk rayap, racun untuk kita juga akhirnya). Bayangkan kalau ratusan ribu rumah tinggal di suatu lahan yang tidak begitu luas seperti kota Jakarta ini semua menggunakan zat antirayap yang langsung disuntikkan ke dalam tanah. Lagi pula, masih ada jenis rayap kering (jenis kalotermidae), jamur pelapuk kayu (Basidiomycetes), dan bubuk kayu kering (ordo coleoptera) yang tidak datang dari bawah tanah.
Perancangan yang memerhatikan soal rayap barangkali bisa membantu mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh gangguan rayap.
Tips
Minimalkan penggunaan kayu di bangunan hunian Anda di bagian yang tidak terlihat atau sulit untuk diinspeksi. Beberapa tahun belakangan ini banyak usaha yang dilakukan yang berhasil untuk mencari bahan pengganti kayu yang layak, bahkan dalam beberapa hal lebih baik.
Bahan rangka penunjang plafon dan struktur rangka atap, yang umumnya tak terlihat umpamanya, gunakanlah dari besi yang khusus dibuat untuk bagian-bagian struktur rumah tersebut. Penggunaan kayu hanya untuk bagian yang terlihat dan terpapar (exposed) saja karena toh kita menggunakan kayu terutama untuk dinikmati keindahan warna dan kenyamanan dalam sentuhan teksturnya.
Kalaupun Anda tetap ingin menggunakan kayu di tempat yang normalnya tidak terlihat, sebaiknya dibuat akses dan fasilitas pemeriksaan berkala. Kuncinya adalah kalaupun ada gangguan rayap, bila segera terdeteksi, tentu akan lebih mudah dan lebih murah untuk memperbaikinya karena kehancuran kayu karena rayap tidak terjadi dalam semalam. Tentu saja dalam hal ini Anda harus aktif mengawasi secara berkala bagian rumah Anda yang menggunakan kayu. (Gunakan tenaga pemeriksa profesional dan buatlah jadwal pemeriksaannya.) Jangan menggunakan kayu lalu melupakannya dengan mengharapkan tidak akan terjadi apa-apa selamanya.
Hindari sama sekali penggunaan kayu untuk daerah lembab dan basah seperti kamar mandi basah atau di tempat yang akan terkena hujan. Atau Anda harus menggunakan jenis kayu dengan tingkat keawetan tinggi (sangat mahal) dan tetap dengan treatment antiserangan rayap. Khusus untuk lantai kayu, gunakan juga kayu dengan keawetan kelas satu (antara lain kayu jati). Juga jangan sekali-kali menggunakan alas kayu lapis (plywood) untuk perataan landasan lantai kayu.
Dalam kondisi apa pun, kayu yang Anda gunakan harus diawetkan dan dikeringkan. Pengawetan yang efektif adalah dengan menggunakan tangki tekanan udara karena dengan alat ini bahan pengawet bisa masuk ke dalam kayu lebih dalam. Memang tambah biaya lagi, tetapi langkah ini merupakan investasi yang berharga. Filosofinya adalah, kita harus tetap menganggap rayap sebagai binatang yang berguna dan bukan hama. Toh kita sempat mengagumi juga kehidupan koloni rayap yang berkasta-kasta dan terorganisasi dengan ketat.
Rayap tetap ada di sekeliling rumah kita, tetapi tidak mengganggu di tempat-tempat yang tidak kita inginkan. Kita hanya mengusahakan untuk hidup berdampingan dengan mereka. Bahkan, mungkin di satu saat rayap bisa menjadi salah satu jalan keluar bagi persoalan sampah di kota-kota besar yang akut belakangan ini, di samping cacing dan bakteri.
sumber: http://www.kompas.co.id
Kamar Tidur Yang Nyaman
Untuk apa menata ruang tidur kalau tempat ini hanya menjadi tempat istirahat dan merebahkan tubuh? Pertanyaan ini kerap mengemuka dari orang yang memandang ruang tidur hanya untuk tidur, tidak ada fungsi lain.
Pandangan tersebut tidak sepenuhnya keliru karena pada pokoknya ruang tidur memang untuk tidur. Sepanjang ruang itu menjamin terjaganya wilayah pribadi, hal itu cukup.
Akan tetapi, bagi warga beradab, yang mempunyai selera bagus dan ditopang kemampuan finansial, ruang tidur menjadi mahkota ruang, tempat paling nyaman, dan paling luks. Segala kreasi dikerahkan untuk membuat ruang itu aman, sehat, dan sangat nyaman.
Para pekerja keras yang berduit kerap berpendapat bahwa mereka layak menempati ruang tidur bagus. Mereka letih bekerja, lelah mengarungi lalu lintas macet di Jakarta, pantaslah kalau beristirahat di ruang yang sepenuhnya memberi suasana rileks. Di ruang itu, orang yang letih dapat meraih kembali segala energi, spirit, dan kreativitasnya untuk bekerja keras lagi pada keesokan hari.
Kesadaran akan pemahaman ini sudah ada sejak berabad- abad lalu. Datanglah, misalnya, ke rumah-rumah tua di sejumlah negara Eropa yang dibangun pada abad ke-14 hingga abad ke-19. Ruang tidurnya pasti besar, aksesorinya keren, dan perabotnya terbuat dari kayu oak. Sirkulasi udara bagus karena plafonnya mencapai lima sampai tujuh meter. Banyak pula lubang angin dan jendela. Inilah yang akan menunjang kesehatan dan keceriaan pemilik kamar.
Pada zaman sekarang, ketika udara terasa lebih panas, warga dunia justru membuat ruang tidur dengan plafon hanya 3,5 meter sampai 4 meter. Orang kini mengandalkan AC dan jendela yang bisa dibuka. Namun, ruang tidur ditata dengan sofistikasi tinggi. Warga yang kaya raya bisa meminta ahli desain interior menata rumahnya sedemikian rupa agar nyaman ditempati. Bayaran untuk desainer interior kelas satu (lokal) bisa mencapai minimal Rp 150 juta.
Lalu, apa saja yang dikerjakan desainer interior kamar tidur ini? Ia mendesain letak pintu masuk, daun jendela, dan kamar mandi. Pintu masuk dari bahan apa, menggunakan kaca atau tidak, pintu solid atau tidak, digariskan oleh desain interior tersebut. Demikian halnya dengan jendela: menggunakan kaca atau tidak, gorden atau kawat kasa atau tidak, ditentukan oleh desainer interior.
Ahli penata ruang ini juga menentukan interior dan peralatan kamar mandi agar keren. Ia menata letak kasur, menentukan dari bahan apa kasur itu, dipannya: kayu jati atau bangkerai. Warna apa kasurnya, bercorak apa seprai dan bantalnya. Ahli penata ruang ini juga menggariskan warna dinding, aksesori, televisi, perangkat musik, dan kursi meja sebaiknya diletakkan di mana. Pokoknya, ia dibayar mahal untuk mengerjakan ruang istirahat itu sebagus mungkin.
Seorang manajer sebuah perusahaan penambangan minyak menyatakan, ia bisa menghabiskan anggaran sebesar Rp 800 juta untuk penataan dan perangkat ruang tidurnya. Ini menjadi mahal karena ia menggunakan semua perabot kelas satu.
Sederhana, Warga yang uangnya pas-pasan tidak perlu terusik oleh gaya hidup orang-orang kaya seperti ini. Anda ingin yang sederhana dan tidak mengetuk anggaran besar juga oke. Tak perlu pakai bahan serba mahal dan mewah. Cukup dengan perabot sederhana, kokoh, dan menjamin terjaganya semua wilayah pribadi.
Sekalipun menempuh jalan sederhana, perhatikan juga hal-hal yang tidak boleh ditawar-tawar, misalnya Anda tidak dibolehkan acak-acakan. Kasur jangan sampai terburai isinya. Bantal, sarung bantal, dan seprai jangan sampai bulukan.
Dinding jangan biarkan berlumut. Genteng jangan bocor. Pintu, jendela, meja, kursi, dan plafon tidak boleh dibiarkan dimakan rayap. Lemari kayu yang sudah pupus warnanya dipelitur. Harga pelitur toh murah meriah. Kalau dibeli, kiranya tidak sampai mengganggu stabilitas moneter rumah tangga Anda. Kesimpulannya, semuanya harus rapi, termasuk lantainya, mesti bebas dari sampah, debu, dan pasir.
Ini perlu digarisbawahi karena orang kerap menyepelekan ruang tidur. Seprai dan sarung bantal tidak dicuci sebulan juga tidak apa-apa. Ruang tidur kerap didatangi kecoak dan tikus juga tak soal. Padahal, ruang tidur selalu menjadi cermin diri. Ruang tidur kumal dan pengap menjadi refleksi dari pemilik kamar. (Abun Sanda)
sumber: http;//www.kompas.co.id
Cara memilih desain dapur yang nyaman, indah dan fungsional
Dapur merupakan salah satu ruangan yang harus ada di dalam rumah kita, karena di dapur penghuni rumah melakukan kegiatan masak – memasak untuk seluruh anggota keluarga. Seiring perkembangan masyarakat dapur mulai mengalami perubahan. Dahulu pada umumnya di Indonesia dapur terbagi menjadi dapur bersih dan dapur kotor dan terletak terpisah dengan rumah induk ataupun terletak di pojok belakang rumah yang terkesan bahwa dapur tersebut kurang baik bila sampai terlihat oleh tamu ataupun orang luar, karena dapur terkesan kotor dan berantakan.
Pada dapur modern kita mengenal ada dua jenis dapur yaitu dapur bersih dan dapur kotor dimana keduanya mempunyai fungsi yang berbeda, dapur bersih berfungsi hanya untuk menghangatkan makanan sedangkan dapur kotor berfungsi untuk kegiatan memasak yang sesungguhnya. Tetapi kini karena tuntutan kebutuhan dan perkembangan desain rumah yang mempunyai lahan terbatas, fungsi dapur kotor dan dapur bersih disatukan, sering juga kita sebut pantry.Hal ini menyebabkan bahwa dapur perlu didesain bagus dan baik agar indah dilihat, fungsional, aman, nyaman, dan sehat. Sudah dapat dikatakan bahwa tuntutan hidup masa kini menjadikan dapur sebagai ruangan dalam rumah yang dapat berfungsi ganda, tidak hanya sebagai tempat masak, tetapi juga tempat menerima tamu terutama tamu yang sudah dekat dengan kita.. Berbagai aspek yang dapat mempengaruhi desain dapur dalam rumah kita, seperti peletakan dapur, layout dapur, desain kitchen set serta materialnya yang akan dipergunakan. Berikut ini kami ingin mencoba mengulasnya lebih lanjut.
1. Peletakan dapur dalam rumah sebaiknya diposisikan pada area yang mendapatkan sikulasi penghawaan dan pencahayaan yang baik, sehingga nantinya kita akan menciptakan dapur yang sehat, dan nyaman.
- Untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik perencanaan peletakan posisi dapur sebaiknya berdampingan dengan area terbuka seperti taman. Karena bau-bauan yang tidak di inginkan dapat dengan mudah membaur dengan udara luar.selain itu juga dapat mencegah resiko kebakaran dari kebocoran tabung dan pipa gas, karena gas akan mudah membaur dengan udara luar. Apabila posisi dapur tidak memungkin kan mendapat sirkulasi udara alami bisa menggunakan exhaust fan ataupun cooker hood yang banyak ragamnya di pasaran.
- Pencahayaan yang baik dapat membunuh bakteri dan kuman pada dapur, maka posisi dapur sebaiknya memiliki jendela atau berdampingan dengan area terbuka agar sinar matahari dapat menerangi dapur pada siang hari.bila dapur tidak memungkinkan untuk mendapatkan cahaya dari samping, maka cahaya alami bisa di dapat dari pencahayaan dari atas contohnya sebagian plafond dapur dibuat transparant agar cahaya dapat masuk
- Lantai dapur sebaiknya dibuat sama atau lebih tinggi sekitar 3cm-5cm dengan ruangan sekitarnya karena akan lebih mudah membersihkannya dalam membuang kotoran dan sisa-sisa olahan makanan yang tercecer dilantai dapur. Material lantai dipilih bahan yang mudah perawatannya.
- Posisi dapur sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan si pemilik rumah. Apabila pemilik rumah senang memasak dengan mengundang beberapa teman dan akan langsung disajikan hendaknya dapur dekat dengan ruang makan/dengan ruang keluarga atau memiliki meja minibar di dapur tersebut. Sehingga akan memudahkan penyajiannya
2. Dapur modern memiliki berbagai macam layout, yang tergantung dari kegiatan dan kebutuhan pemilik dan ketersediaan ruang di rumah. Desain layout ini diharapkan akan membantu dalam memanfaatkannya secara nyaman dan fungsional. Dalam menentukan model yang sesuai dengan kegiatan penghuni kita bisa membuat alur kerja. Alur kerja ini didapat dari kebiasaan memasak yang menghubungkan sink (tempat cuci), tempat masak dan kulkas. Dari alur tersebut kita akan mendapatkan bentuk layout dapur. Beberapa contoh layout dapur :
a)Layout single lineBentuk layout ini yang paling sederhana. Dengan meletakan sink, area memasak dan kulkas pada satu garis, hal ini dikarenakan dapur berbentuk lorong atau koridor dengan luasan minim dan hanya memiliki satu dinding.
b) Layout U
Bentuk layout U baik diaplikasikan bila kita memiliki ruang dengan bentuk denah bujur sangkar dengan luasan yang luas. Karena layout ini memposisikan sink berseberangan dengan area masak dan bersebelahan dengan kulkas. Atau area memasak berada ditengah antara posisi sink dan kulkas. sehingga akan menghasilkan alur kerja yang kompak dan efisien.
c) Layout L
Bentuk layout L cocok digunakan pada ruangan yang menginginkan dapur menyatu dengan ruang makan atau ruang keluarga karena bentuknya akan terbuka pada satu sisi.Peletakan sink berseberangan dengan area memasak dan kulkas.
d) Layout Breakfast Nook
Bentuk ini kebanyakan diaplikasikan pada dapur apartemen atau rumah mungil yang umumnya terbatas luasannya. Layout ini selain dapur juga disertakan meja breakfast atau semacam minibar yang fungsinya seperti meja makan yang praktis. Kita bisa dapat langsung menyantap hasil olahannya. Biasanya yang menyukai bentuk ini orang yang memiliki rutintas kesibukan padat yang menuntut kecepatan di pagi hari.

3. Hal pertama yang perlu di perhatikan dalam mendesain dapur. tentukan style apa yang ingin di gunakan pada dapur anda apakah gaya colonial, classic, ataupun minimalis. Sebaiknya style dapur disesuaikan dengan perabotan furniture yang ada di rumah anda. karena akan terasa aneh bila furniture anda yang kebanyakan bergaya klasik tiba-tiba dimasukan konsep dapur modern minimalis.
Ukuran furniture dapur seperti kitchen set harus di ukur dengan teliti dan disesuaikan dengan kebutuhan.jangan sampai perabotan memasak seperti wajan, panci dengan berbagai ukuran milik anda tidak dapat masuk kedalam lemari. Untuk itu buatlah daftar perabotan apa saja yang akan di masukan kedalam lemari kitchen set anda dan mulailah mengukurnya. Jangan lupa untuk memperhitungkan alat elektronik apa saja yang akan menghuni dapur anda seperti kulkas, microwave dsb, karena alat elektronik tersebut mebutuhkan pasokan listrik, jadi kita harus memperhatikan dimana letak stop kontaknya.
Pemilihan material yang jeli akan menunjang keindahan dapur anda. Tetapi jangan lupa untuk memikirkan keawetan material dan cara perawatanya. Indah dilihat tetapi tidak awet atau susah perawatanya akan membengkakan pengeluaran anda. Untuk itu kita harus memperhitungkan biayanya. Ada beberapa pilihan material untuk kitchen set anda yang terdapat di pasaran.
a. Material Kitchen Set
Pemilihan material untuk lemari kitchen set akan menentukan style anda seperti penggunaan stainlesssteel dan alumunium akan menimbulkan kesan modern penggunaan material kayu bisa berkesan klasik, modern, minimalis dan natural tergantung dari konsep desain dapur yang disesuaikan dengan konsep rumah anda agar selaras. Penggunaan material beton akan menghadirkan kesan dingin dan natural. Saat ini yang cukup popular dan tetap di sukai adalah penggunaan material kayu. Karena kayu lebih mudah untuk menciptakan suatu style, mudah di padupadankan dengan material lainnya. Pada material kayu terbagi menjadi 2 yaitu kayu solid dan kayu olahan . Kayu solid seperti jati lebih mahal tapi lebih tahan lama. Kayu olahan seperti multipleks yang difinishing dengan kayu lapis jati, sungkai, mahogany, nyatoh atau ramin.
b. Untuk material toptable yang berfungsi sebagai meja untuk memasak selain awet kita juga harus memperhitungkan perawatannya. Ada beberapa material yang bisa digunakan sebagai top table. Tacon adalah material paling sering di jumpai untuk tabletop kitchen set karena paling ekonomis. Marmer yang akan memberikan kesan mewah, juga bisa diaplikasikan sebagai tabletop namun marmer memiliki pori-pori yang memungkinkan cairan masuk kedalamnya. Dan akan meninggalkan bekas untuk itu bila terkena cairan harus segera di bersihkan, harganya pun cukup mahal. Selain marmer, bahan dari batu granit alam ataupun granit olahan yang tidak berpori lebih awet dan terlihat mewah. Jenis dan harganya pun bervariasi. Polyrezin terazzo juga bisa digunakan sebagai toptable anda harganya pun cukup terjangkau dan memiliki berbagai warna, tapi umumnya yang ada di pasaran berwarna hitam dan putih. Alternatif lain bisa menggunakan stainless steel yang mudah dibersihkan namun mudah tergores dan material tabletop dari bahan keramik/mozaik juga bisa dijadikan pilihan.
Desain dapur yang fungsional bagi penggunanya akan memudahkan pekerjaan masak – memasak. Selain fungsional dapur masa kini dituntut untuk dapat terlihat indah, dan bersih karena letaknya yang menyatu dengan ruang makan atau ruang keluarga dimana ruangan ini merupakan ruang kumpul keluarga walau hanya untuk sekedar santai dan bercengkerama bersama rasanya akan tidak nyaman bila dapur terlihat kusam dan kotor dan terlihat dari ruang makan maupun ruang keluarga, dengan kata lain dapur bisa kita tampilkan sebagai tatanan interior yang layak untuk dinikmati oleh penghuni rumah maupun tamu yang datang.
Sumber : Rumahjogja.com
Arsitek : Agatha Nalta Widyasananta, ST
Gambar : PT. Rumah Tropika Abadi
NILAI KEINDAHAN RUMAH JOGLO
JAKARTA – Tak hanya megah, indah, sarat makna dan nilai-nilai sosiokultural, arsitektur bangunan joglo juga dapat meredam gempa. Bagaimana desainnya?
Sebuah bangunan joglo yang menimbulkan interpretasi arsitektur Jawa mencerminkan ketenangan, hadir di antara bangunan- bangunan yang beraneka ragam. Interpretasi ini memiliki ciri pemakaian konstruksi atap yang kokoh dan bentuk lengkung-lengkungan di ruang per ruang.
Rumah adat joglo yang merupakan rumah peninggalan adat kuno dengan karya seninya yang bermutu memiliki nilai arsitektur tinggi sebagai wujud dan kebudayaan daerah yang sekaligus merupakan salah satu wujud seni bangunan atau gaya seni bangunan tradisional.
Joglo merupakan kerangka bangunan utama dari rumah adat Kudus terdiri atas soko guru berupa empat tiang utama dengan pengeret tumpang songo (tumpang sembilan) atau tumpang telu (tumpang tiga) di atasnya. Struktur joglo yang seperti itu, selain sebagai penopang struktur utama rumah, juga sebagai tumpuan atap rumah agar atap rumah bisa berbentuk pencu.

Pada arsitektur bangunan rumah joglo, seni arsitektur bukan sekadar pemahaman seni konstruksi rumah, juga merupakan refleksi nilai dan norma masyarakat pendukungnya. Kecintaan manusia pada cita rasa keindahan, bahkan sikap religiusitasnya terefleksikan dalam arsitektur rumah dengan gaya ini.
Pada bagian pintu masuk memiliki tiga buah pintu, yakni pintu utama di tengah dan pintu kedua yang berada di samping kiri dan kanan pintu utama. Ketiga bagian pintu tersebut memiliki makna simbolis bahwa kupu tarung yang berada di tengah untuk keluarga besar, sementara dua pintu di samping kanan dan kiri untuk besan.
Pada ruang bagian dalam yang disebut gedongan dijadikan sebagai mihrab, tempat Imam memimpin salat yang dikaitkan dengan makna simbolis sebagai tempat yang disucikan, sakral, dan dikeramatkan. Gedongan juga merangkap sebagai tempat tidur utama yang dihormati dan pada waktuwaktu tertentu dijadikan sebagai ruang tidur pengantin bagi anak-anaknya.
Ruang depan yang disebut jaga satru disediakan untuk umat dan terbagi menjadi dua bagian, sebelah kiri untuk jamaah wanita dan sebelah kanan untuk jamaah pria. Masih pada ruang jaga satru di depan pintu masuk terdapat satu tiang di tengah ruang yang disebut tiang keseimbangan atau soko geder, selain sebagai simbol kepemilikan rumah, tiang tersebut juga berfungsi sebagai pertanda atau tonggak untuk mengingatkan pada penghuni tentang keesaan Tuhan.
Begitu juga di ruang dalam terdapat empat tiang utama yang disebut soko guru melambangkan empat hakikat kesempurnaan hidup dan juga ditafsirkan sebagi hakikat dari sifat manusia.
“Untuk membedakan status sosial pemilik rumah, kehadiran bentangan dan tiang penyangga dengan atap bersusun yang biasanya dibiarkan menyerupai warna aslinya menjadi ciri khas dari kehadiran sebuah pendopo dalam rumah dengan gaya ini,” tutur Zulfikar Latief, pemilik galeri Rumah Jawa, yang menyediakan rumah adat joglo dan furnitur etniknya.
Kesan yang akan timbul dari arsitektur bangunan tradisional joglo sering kali terasa antik dan kuno, hal ini timbul melalui kehadiran perabot hingga pernak-pernik pendukung bernuansa lawas yang dibiarkan apa adanya. Namun, dalam penataan hunian bergaya ini tidak ada salahnya bila dikombinasikan dengan gaya modern maupun minimalis. (chaerunnisa/sindo/via)
sumber: http://www.okezone.com
-
Terkini
- Model Pagar
- Posisi Pagar sebagai Seni Arsitektur
- KONSEP RUMAH JOGLO UNTUK RESTAURAN
- SPONSOR (Klik)
- Yang Mungil nan Asri
- Taman di Dalam Rumah Bagaikan Oasis di Tengah Gurun
- Menata Rumah Tipe-36 Jadi Nyaman
- Rumah Type 55 m2 Bpk Setyo Hartono di Solo.
- Perencanaan Rumah Type 240/180 Dilahan Pojok (Hooks)
- Tips Merencanakan Rumah
- Makna Tanaman di Halaman Rumah
- Mengatasi Gangguan Rayap di Rumah Kita
-
Taut



