Mengatasi Gangguan Rayap di Rumah Kita
Berapa banyak keberuntungan yang harus Anda miliki untuk terhindar dari gangguan rayap atas rumah atau bangunan hunian milik Anda? Mungkin tak ada yang tahu. Tetapi, yang jelas Anda hanya butuh satu kesialan saja untuk menerima kenyataan bahwa rumah Anda digerogoti sampai habis oleh binatang gigih itu.
Ya, rayap sudah begitu buruk citranya bagi pemilik rumah dan bangunan karena kerugian yang diakibatkan oleh mereka. Padahal, rayap adalah binatang yang amat berguna untuk menghancurkan benda-benda organik di permukaan tanah. Menurut para ahli rayap, 95 persen dari 2.500 jenis rayap lebih yang ada di dunia ini berguna bagi kelangsungan ekosistem tanah. Namun, sebenarnya tidak ada rayap yag merugikan manusia kalau dicermati lebih mendalam karena rayap eksis terlebih dahulu daripada rumah tinggal di alam ini.
Rumah baru datang kemudian dan menempati lahan-lahan tempat mencari makan mereka, sementara rayap-rayap harus terus melangsungkan kehidupan mereka. Rayap-rayap pekerja yang bekerja sangat efisien tidak bisa membedakan kayu yang berharga dan tidak berharga. Mana pula membedakan dengan istana.
Sebenarnya kita mudah mengatasi masalah rayap dengan menghindari penggunaan sasaran utama rayap, yaitu kayu dan benda-benda yang mengandung selulosa lainnya, sebisa mungkin. Namun, apa boleh buat, kecintaan manusia akan keindahan, kemudahan, dan kenyamanan kayu sejauh ini masih cukup tinggi. Kalau tidak, mengapa jutaan hektar hutan ditebangi setiap tahunnya?
Selama manusia masih suka menggunakan kayu yang merupakan makanan alamiah rayap untuk membangun dan menghias huniannya, selama itu pula risiko gangguan rayap terbuka. Pada hakikatnya kita hanya bisa mengurangi kans datangnya gangguan tersebut.
Mengatasi dengan menggunakan pestisida yang ditebarkan ke bawah tanah jelas akan terhambat dengan semangat perlindungan lingkungan hidup (racun untuk rayap, racun untuk kita juga akhirnya). Bayangkan kalau ratusan ribu rumah tinggal di suatu lahan yang tidak begitu luas seperti kota Jakarta ini semua menggunakan zat antirayap yang langsung disuntikkan ke dalam tanah. Lagi pula, masih ada jenis rayap kering (jenis kalotermidae), jamur pelapuk kayu (Basidiomycetes), dan bubuk kayu kering (ordo coleoptera) yang tidak datang dari bawah tanah.
Perancangan yang memerhatikan soal rayap barangkali bisa membantu mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh gangguan rayap.
Tips
Minimalkan penggunaan kayu di bangunan hunian Anda di bagian yang tidak terlihat atau sulit untuk diinspeksi. Beberapa tahun belakangan ini banyak usaha yang dilakukan yang berhasil untuk mencari bahan pengganti kayu yang layak, bahkan dalam beberapa hal lebih baik.
Bahan rangka penunjang plafon dan struktur rangka atap, yang umumnya tak terlihat umpamanya, gunakanlah dari besi yang khusus dibuat untuk bagian-bagian struktur rumah tersebut. Penggunaan kayu hanya untuk bagian yang terlihat dan terpapar (exposed) saja karena toh kita menggunakan kayu terutama untuk dinikmati keindahan warna dan kenyamanan dalam sentuhan teksturnya.
Kalaupun Anda tetap ingin menggunakan kayu di tempat yang normalnya tidak terlihat, sebaiknya dibuat akses dan fasilitas pemeriksaan berkala. Kuncinya adalah kalaupun ada gangguan rayap, bila segera terdeteksi, tentu akan lebih mudah dan lebih murah untuk memperbaikinya karena kehancuran kayu karena rayap tidak terjadi dalam semalam. Tentu saja dalam hal ini Anda harus aktif mengawasi secara berkala bagian rumah Anda yang menggunakan kayu. (Gunakan tenaga pemeriksa profesional dan buatlah jadwal pemeriksaannya.) Jangan menggunakan kayu lalu melupakannya dengan mengharapkan tidak akan terjadi apa-apa selamanya.
Hindari sama sekali penggunaan kayu untuk daerah lembab dan basah seperti kamar mandi basah atau di tempat yang akan terkena hujan. Atau Anda harus menggunakan jenis kayu dengan tingkat keawetan tinggi (sangat mahal) dan tetap dengan treatment antiserangan rayap. Khusus untuk lantai kayu, gunakan juga kayu dengan keawetan kelas satu (antara lain kayu jati). Juga jangan sekali-kali menggunakan alas kayu lapis (plywood) untuk perataan landasan lantai kayu.
Dalam kondisi apa pun, kayu yang Anda gunakan harus diawetkan dan dikeringkan. Pengawetan yang efektif adalah dengan menggunakan tangki tekanan udara karena dengan alat ini bahan pengawet bisa masuk ke dalam kayu lebih dalam. Memang tambah biaya lagi, tetapi langkah ini merupakan investasi yang berharga. Filosofinya adalah, kita harus tetap menganggap rayap sebagai binatang yang berguna dan bukan hama. Toh kita sempat mengagumi juga kehidupan koloni rayap yang berkasta-kasta dan terorganisasi dengan ketat.
Rayap tetap ada di sekeliling rumah kita, tetapi tidak mengganggu di tempat-tempat yang tidak kita inginkan. Kita hanya mengusahakan untuk hidup berdampingan dengan mereka. Bahkan, mungkin di satu saat rayap bisa menjadi salah satu jalan keluar bagi persoalan sampah di kota-kota besar yang akut belakangan ini, di samping cacing dan bakteri.
sumber: http://www.kompas.co.id
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar
-
Terkini
- Model Pagar
- Posisi Pagar sebagai Seni Arsitektur
- KONSEP RUMAH JOGLO UNTUK RESTAURAN
- SPONSOR (Klik)
- Yang Mungil nan Asri
- Taman di Dalam Rumah Bagaikan Oasis di Tengah Gurun
- Menata Rumah Tipe-36 Jadi Nyaman
- Rumah Type 55 m2 Bpk Setyo Hartono di Solo.
- Perencanaan Rumah Type 240/180 Dilahan Pojok (Hooks)
- Tips Merencanakan Rumah
- Makna Tanaman di Halaman Rumah
- Mengatasi Gangguan Rayap di Rumah Kita
-
Taut