atgaba_desain

RUMAHKU SURGAKU

Menata Rumah Tipe-36 Jadi Nyaman

PERMASALAHAN klasik yang dihadapi sebagian besar rumah masa kini adalah ruangan yang terbatas karena tipenya yang kecil. Sehingga menata interior ruangan dengan luasan terbatas menjadi sebuah tantangan tersendiri. Jika tidak pintar menyiasati penataan, ruangan akan menjadi kian terasa sesak serta tidak nyaman.

Tentu bukan karena memiliki dua rumah tipe 36, jika kemudian penataan di kediaman pribadi Ir Winarno menjadi terasa lebih lega. Namun kemampuan memperhatikan gaya, langgam atau style rumah disebutnya menjadi penting. Dari situlah kemudian bisa menentukan langkah menata rumah dengan apik dan lega, sekalipun kediaman ini penuh pernak-pernik kecil.

Pemilik rumah memang tidak menghabiskan lahan untuk membuat ruangan menjadi lega. Namun penyekat dari dua rumah BTN Tipe-36 yang menyatu ini dihilangkan dan kemudian 2 ruang tamu mungilnya bersatu. Ruang tamu pun dibuat menyambung pada ruang keluarga tanpa sekat-sekat tembok kecuali rana (sketzel) pendek dan juga sebuah rak pendek untuk meletakkan barang koleksinya yang tertata rapi. “Konsepnya, dari pintu masuk yang dibuat pintu geser, bisa langsung memandang ke dalam tanpa ada penghalang,” ucap Winarno.

Di tangan arsitek yang berkali-kali meraih penghargaan untuk pelbagai lomba, rumah mungil ini menjadi terasa lapang. Kesan lega langsung muncul ketika seluruh tembok warna hijau muda dipadu dengan pintu, kusen warna hijau tua serta siluet warna keemasan. Warna hijau dinding juga cocok dipadankan dengan furniture sederhana berwarna coklat tua. Penggunaan satu warna pada dinding disebut Winarno menjadi konsep mutlak bila ruangan tidak terlalu luas.

Bukan hanya patokan warna senada yang menjadi syarat agar ruangan kecil terasa melegakan. Namun juga dengan menyesuaikan perabot kecil dengan membuat penataan simetri sehingga semua menjadi satu kesatuan yang langsung tertangkap mata dan hati. Untuk ruang kecil, Winarno mengakui pemilihan asesori menjadi sesuatu hal yang sangat sensitif. Karena itu dalam mencari aksesoris dan menatanya, beberapa konsep harus dipatuhi. Pertama, jangan sekali-kali menggunakan lampu robyong atau lampu bandul yang besar. Kedua, untuk ragam hias tempel di dinding, usahakan ada satu inti dengan beberapa hiasan penunjang. Ketiga, untuk di bawah, usahakan 1 hiasan di pusat dan bisa dikelilingi penunjang.

Tetapi pemilik rumah adalah orang yang sangat suka mengumpulkan barang-barang bekas yang memiliki nilai seni. Untuk menyiasati sempitnya ruang tamu ini, Winarno mendesain sendiri sofa sudut – agar model dan ukurannya bisa pas dengan ruangan yang sempit dan plafon tidak tinggi — yang kemudian dipadu kursi Madura di satu sisi. Di sisi lain, sofa dan kursi lainnya merupakan rancangan sendiri dan dibuat dengan bantal kursi berwarna hijau muda. Sedang di ruang keluarga yang dibuat santai dengan kursi ber-jok lebar dimana orang yang duduk bisa langsung bersandar tembok di antara dua meja yang penuh pernak-pernik diberi 2 kursi rotan untuk lesehan. Di pinggir sofa ini diberi sekaligus rak yang bisa untuk menata hiasan. Dengan cara itu, pernak-pernik yang dikumpulkan bisa dipajang dan seluruh keluarga penghuni rumah bisa menikmati tayangan televisi bersama-sama.

Penataan yang simpel, peletakan yang sederhana dengan mengambil satu nuansa menjadikan rumah mungil yang dipenuhi barang-barang bekas yang sebagian besar merupakan barang asesori jadul alias zaman dulu ini menjadi terasa nyaman. Apalagi jika mengerti dan memahami bagaimana barang-barang bekas itu telah dikumpulkan selama belasan tahun dan masing-masing memiliki ’sejarah penemuan’ sendiri-sendiri.

Tanpa harus merombak total rumah, namun berprinsip memanfaatkan setiap jengkal ruangan yang ada dengan cita rasa seni, membuat suasana beda terasa. Dan Winarno tetap berusaha menghadirkan rumah masa kini yang mungil ini dengan nuansa ‘zaman doeloe’ – termasuk tetap menggunakan tegel (ubin) abu-abu tanpa diganti keramik – yang nyaman dan membuat tamu merasa kerasan. (Fsy)-d

sumber: http://www.kr.co.id

Oktober 14, 2008 - Ditulis oleh sarjito | interior | | & Komentar

& Komentar »

  1. nice artikel…
    thanks ya atas infonya…
    sangat bermanfaat…

    Komentar oleh rumah mungil | November 23, 2008 | Balas

  2. ak butuh yang lebih detail,misal penataan dapur bahannya apa saja model yg bagus gmn.Ruang tamu yg keren gmn etc

    Komentar oleh bayu | Februari 5, 2009 | Balas

  3. Sya pnya rumah btn tipe 36,mau di renovasi,bgaimana pembgian ruang yg pas,ke ingnan sy.pnya 1 kmr utma,2 kmr ank, ruang kelrga,dpur,ruang tamu.tpi dna trbtas.mohon dgmbrkan.

    Komentar oleh Heryanto siregar | September 7, 2009 | Balas


Tinggalkan komentar