Taman di Dalam Rumah Bagaikan Oasis di Tengah Gurun
Sejarah Taman dalam Rumah
Pada awalnya taman dalam rumah atau disebut “patio” banyak dibangun di negara-negara yang memiliki padang pasir yang luas atau beriklim gurun, seperti negara-negara berbahasa arab di timur tengah. Jika taman di negara tersebut dibuat di luar rumah maka tidak akan tahan terhadap keringnya iklim gurun. Oleh karena itu membuat taman di dalam rumah adalah solusi bagi mereka. Patio juga akan memberikan efek kesejukan di dalam rumah atau oasis ditengah iklim gurun yang sangat panas.
Jika masyarakat di negara-negara timur tengah yang panas bisa menjadikan oasis buatan di dalam rumahnya, kenapa kita orang Indonesia tidak mencobanya. Taman di dalam rumah mungkin bisa membantu anda merasa rileks setelah seharian penuh disibukkan dengan urusan pekerjaan yang melelahkan.
Dewasa ini masalah utama masyarakat perkotaan adalah terbatasnya lahan yang dapat dijadikan perumahan. Kalaupun ada, maka luasan setiap rumah sangat minimal. Bahkan di beberapa kota besar sudah muncul tren untuk tinggal di rumah vertikal atau yang sering disebut dengan apartemen. Namun demikian keinginan untuk memiliki taman tetap saja menjadi idaman setiap keluarga. Jika demikian merancang taman sederhana di lahan yang terbatas bisa dijadikan pilihan.
Nilai Estetika Ruang
Sempitnya lahan sebenarnya bukanlah persoalan. Sebab, lahan yang sempit pun bisa diakali. Sebagian orang mungkin berpikir, keberadaan taman di dalam rumah hanya akan menyia-nyiakan lahan. Sebetulnya, keberadaan taman di dalam rumah justru bisa menambah nilai estetika ruang.
Nilai estetika yang pertama adalah memberi efek kejutan ruang atau spatial surprise. Perasaan sedikit terkejut yang menyenangkan (bagi tamu) ketika tiba-tiba berhadapan dengan taman di tempat yang tak terduga bisa menyegarkan di tengah-tengah ruang tertutup.
Nilai estetika yang kedua adalah memberi efek keberagaman ruang atau spatial diversity. Selain membutuhkan ruang tertutup (ada dinding ada atap) manusia juga membutuhkan tempat setengah tertutup (ada atap tidak ada dinding), setengah terbuka (ada dinding tidak ada atap), dan ruang sama sekali terbuka (hanya ada perkerasan) untuk menciptakan tempat berteduh yang nyaman di saat kondisi cuaca berubah-ubah.
Nilai estetika yang ketiga adalah pelegaan ruang atau spatial decompression. Perasaan lega/terlepas dari kungkungan ruang tertutup menuju ruang terbuka, bisa dirasakan jika ada taman dalam rumah kita.
Manfaat
Tak hanya menambah nilai estetika sebuah ruang, namun patio atau yang sering disebut juga dengan inner courtyard memiliki banyak sekali manfaat. Selain menambah keindahan dan kenyamanan dalam rumah, patio juga bisa dijadikan tempat menyerap matahari ke dalam rumah. Sehingga penerangan alami bisa benar-benar dioptimalkan kala siang hari.
Manfaat selanjutnya adalah memperlancar aliran udara di dalam rumah. Ruang yang baik haruslah menganut sistem cross ventilation atau udara mengalir lurus dari satu sisi ke sisi yang lain. Dengan membuat patio maka sistem ini akan mudah dilaksanakan. Rumah yang sehat akan otomatis tercipta jika udara mengalir lancar di dalam rumah.
Di rumah yang tak terlalu luas penghuni akan cepat merasa sumpek. Kalau saja ia merelakan sejengkal saja tanahnya untuk taman, suasana ruang pasti akan berbeda. Sepulang kerja misalnya,anda bisa refreshing dengan melihat taman yang asri.
Dimana Patio Cocok Dibangun?
Umumnya patio paling cocok ditempatkan di ruang yang paling sering digunakan penghuni. Menyatu dengan ruang keluarga yang biasa digunakan untuk berkumpul dan menonton televisi adalah salah satunya. Tapi penataannya jangan sampai mengganggu fungsi utama ruang itu. Arah cahaya masuk di siang hari yang salah bisa membuat layar televisi anda memantulkan cahaya dan tak enak ditonton. Sebaiknya arah cahaya masuk bukan dari depan atau belakang televisi, namun bisa dari samping kiri dan kanan.
Ruang lain yang bisa dipilih untuk disatukan dengan taman adalah ruang makan dan dapur. Sering tak kita sadari bahwa ruang makan bisa jadi merupakan tempat paling sering berkumpul keluarga. Bukannya di depan televisi, namun justru asyik bencanda ria sambil menyantap hidangan di saat pagi dan malam hari. Pagi hari biasanya seluruh anggota keluarga langsung menyerbu ruang makan sebelum memulai aktifitasnya. Apa salahnya jika memulai hari dengan sarapan dan mendapat bonus pemandangan menawan dan kesegaran dari taman yang menyatu dengan ruang makan. Begitu pula di malam harinya, makan malam bisa tambah romantis dan hangat bila hidangan lezat plus lilin menyala dikelilingi indahnya taman yang menawan.
Dapur modern juga sangat cocok disatukan dengan taman. Sebab dapur bersih bisa saja merupakan tempat ibu-ibu menghabiskan waktunya seharian memasak untuk suami dan anak tercinta. Lagi pula dapur merupakan salah satu ruang yang membutuhkan sirkulasi udara yang baik. Terdapatnya kompor gas menuntut adanya sirkulasi udara yang maksimal sebab jika sewaktu-waktu terjadi kebocoran maka menyatukan taman dengan dapur bisa dijadikan solusi.
Bagaimana Membuat Taman Dalam Rumah ?
Dalam membangun taman dalam rumah, pemilik rumah harus mempertimbangkan kondisi sirkulasi udara dalam ruang. Sebab, tumbuhan membutuhkan udara. Angin juga penting untuk pohon. Karena itu, bagian atas taman harus terbuka. Bagian terbuka itu tak hanya untuk aliran udara saja melainkan juga untuk area masuknya cahaya matahari yang sangat diperlukan tanaman untuk proses fotosintesis.
Faktor selanjutnya yang harus diperhatikan adalah proporsi ukurannya dengan rumah anda. Idealnya memang ukuran patio minimal sekitar 3×4 meter. Namun jika rumah anda memang tak begitu luas, anda tetap bisa membuat ukuran yang lebih kecil. Perancangan taman dalam rumah perlu memperhatikan arah masuknya cahaya matahari dan sirkulasi udara yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidaup tanaman.
Patio ukuran kecil sebaiknya diberi perkerasan penuh. Sehingga tanaman cukup ditempatkan di dalam pot-pot yang memiliki fleksibilitas dalam penataan juga pertumbuhannya.
Memilih Tanaman
Tanaman ibarat roh dari sebuah taman. Kehadiran tanaman inilah yang membawa kesejukan dan kedamaian bagi penghuni rumah. Karena ukuran lahan yang tak terlalu luas maka pilihan tanaman sebaiknya memiliki bentuk yang sederhana. Ranting dan cabangnya besar. Tidak butuh banyak perawatan. Siluet dan tampilannya tak berlebihan. Dan yang paling penting tanaman harus bisa tetap hidup di segala musim.
Anda bisa saja memilih-milih tanaman di pameran tanaman yang kini sangat sering digelar. Tapi jangan lupa tanaman tertentu bisa saja hanya cocok di daerah tertentu. Maka jika tanaman tersebut anda bawa pulang maka tak lama kemudian tanaman tersebut akan mati.
Komposisi dalam menata taman juga harus diperhatikan. Pastikan ada tanaman yang diibaratkan sebagai artis figuran atau background dan ada pula yang diibaratkan sebagai bintang utama atau point of interest dari semuanya. Rumput bisa jadi merupakan background yang paling umum digunakan. Sedangkan untuk point of interest-nya, anda bisa menempatkan tanaman bunga berwarna merah atau kuning di tengah-tengah hijaunya tanaman yang lain.
Menambahkan Aksesoris
Taman kalau hanya diisi dengan tanaman saja mungkin ada yang bilang belum sah. Taman harusnya juga diberi berbagai aksesoris yang bisa dijadikan pemanis. Jika anda memilih taman basah, maka kolam adalah salah satu elemen penting yang mesti diperhatikan. Unsur air akan membawa hawa kesejukan bagi kita sehabis penat bekerja seharian.
Jika lahan anda tak terlalu luas maka anda bisa membuat kolam ikan sederhana. Masukkan saja ikan mas atau ikan koi, selain bentuknya yang unik dan lucu, ikan tersebut termasuk dalam kategori mudah dalam perawatan. Jika anda tak ingin terlalu rumit mengurus ikan, maka kolam refleksi/kolam pantul berukuran kecil bisa anda pilh untuk mendapat efek yang berbeda. Pemilihan lokasi kolam pantul adalah kunci dalam perancangan kolam jenis ini. Sebab pantulan dari sesuatu yang berada diatasnya itulah yang akan kita nikmati keindahannya.
Jika anda memilih taman kering atau tanpa kolam air, maka anda bisa menata pijakan-pijakan kaki dari batu di tengah rerumputan sebagai elemen yang diunggulkan. Aksesoris simpel macam gentong atau patung sederhana dari batu paras atau gerabah bisa dijadikan pilihan dalam mempercantik taman. Untuk mendapatkannya pun saya rasa tak terlalu sulit. Anda bisa memilih berbagai aksesori unik di desa wisata kerajinan macam Kasongan.
Menambahkan pencahayaan dekoratif bisa memberi efek menawan di malam hari. Tempatkan saja lampu taman yang temaram di atas kolam pantul. Maka efek pantulannya bisa memperindah candle light dinner anda. Tempatkan lampu jenis downlight diatas rerumputan atau jenis lampu upper lighting dibawah pohon. Sumber cahaya non elektrik juga bisa menjadi pilihan. Obor-obor kecil atau lilin apung di tengah kolam bisa jadi akan menimbulkan efek yang lebih baik dari pencahayaan elektrik.
Merawat Taman Dalam Rumah
Yang pertama akan kita bahas adalah merawat rumput. Jika rumput sudah terlalu panjang, maka pangkas rumput dengan pemotong rumput atau gunting rumput. Tinggalkan minimal 1/3 bagian dari tinggi rumput. Jika terlalu pendek justru memicu tumbuhnya rumput liar. Bersihkan semua potongan rumput yang sudah kering, setelah itu beri pupuk pembasmi rumput liar. Rumput juga membutuhkan oksigen dari tanah, maka anda bisa menusuk tanah yang sudah ditumbuhi rumput dengan garu untuk memacu pertumbuhannya. Lakukan hal ini terutama jika kondisi tanah terlalu keras. Rumput juga perlu disiram secara rutin terutama di kala musim kemarau tiba.
Yang kedua adalah merawat tanaman di dalam pot. Gunakan tanah kompos khusus yang bisa dengan mudah kita beli di pedagang-pedagang tanaman hias. Pilih dasar pot yang berlubang, sebab ini bisa untuk meminimalkan kadar air dalam pot. Manfaatkan berbagai pupuk yang cocok (tanyakan saja pada ahlinya) untuk pertumbuhan tanaman.
Yang berikutnya adalah merawat bebatuan. Perawatan berkala diperlukan pada beberapa jenis bebatuan. Biasanya batu mudah ditumbuhi lumut. Untuk batu tertentu mungkin lumut akan mempercantik taman. Namun bisa jadi lumut justru membahayakan. Untuk batu pijakan misalnya, jika batu pijakan ditumbuhi lumut bisa anda bayangkan apa yang akan terjadi. Batu akan menjadi licin dan bisa menyebabkan kita terpeleset di taman. Oleh karenanya hambat dengan menyikat batu secara berkala dan jika perlu anda bisa melapisi batu dengan coating yang bisa didapat dengan mudah di toko cat atau toko bangunan.
Akhir kata, selamat menikmati taman dalam rumah, selamat menemukan oasis ditengah hawa panas yang kian membuat gerah.
Disusun oleh:
Hangga Hardhika, S.Sn.
Dosen Program Studi Desain Interior
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Sumber : rumahjogja.com
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar
-
Terkini
- Model Pagar
- Posisi Pagar sebagai Seni Arsitektur
- KONSEP RUMAH JOGLO UNTUK RESTAURAN
- SPONSOR (Klik)
- Yang Mungil nan Asri
- Taman di Dalam Rumah Bagaikan Oasis di Tengah Gurun
- Menata Rumah Tipe-36 Jadi Nyaman
- Rumah Type 55 m2 Bpk Setyo Hartono di Solo.
- Perencanaan Rumah Type 240/180 Dilahan Pojok (Hooks)
- Tips Merencanakan Rumah
- Makna Tanaman di Halaman Rumah
- Mengatasi Gangguan Rayap di Rumah Kita
-
Tautan