atgaba_desain

RUMAHKU SURGAKU

Yang Mungil nan Asri

MASA DEPAN, Arsitektur bangunan tropis ini banyak menggunakan bukaan baik berupa pintu, jendela dan skylight untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan asupan cahaya dalam rumah.

Rumah bagi seorang ibu rumah tangga Ari Haryanti Erna Sulistyawati SH idealnya adalah sebagai tempat untuk beristirahat. Karenanya, rumah ini pun harus membuat si penghuni merasa homy.Agar hal itu tercipta, wanita kelahiran Solo, 39 tahun silam itu menata rumah mungilnya semenarik dan senyaman mungkin.

Wanita yang akrab disapa Ny Ari ini sengaja memilih rumah di lokasi yang jauh dari hirukpikuk kota, yaitu di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. ”Untuk menetapkan pilihan di sini, kami sudah hunting rumah ke mana-mana hampir di seluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang. Ketika melihat rumah ini, langsung ”klik” karena udara dan airnya masih bagus dan aksesibilitas ke kantor suami dan ke sekolah anak-anak juga mudah,” papar istri karyawan Bank Swasta Teguh Wahyu SE ini mengawali pembicaraan bersama SINDO.

Bentuk arsitektur rumahnya dapat dikelompokkan sebagai arsitektur vernacular, seperti kebanyakan rumah di Indonesia, yaitu konsep tropis. Untuk mengakomodasi kebutuhan seluruh penghuninya, rumah dengan luas tanah 100 meter persegi dan luas bangunan 87 meter persegi milik almamater Unsoed, Purwokerto, ini dibuat seefektif dan seefisien mungkin. Dengan demikian, penataan ruang per ruang terasa fungsional.

”Untuk membuat rumah ini, saya menggambarnya sendiri dari referensi media cetak dan buku-buku, yaitu dengan tidak memaksakan fungsi ruang. Jadi, seluruh tatanannya dibuat maksimal menggunakan desain tropis. Penataan itu dapat terasa karena semua ruang dibuat dengan pengondisian udara yang lancar dan cahaya luar yang baik,” tutur pengagum keindahan dan kejujuran itu. Agar kesan home sweet home dapat terwujud,wanita berzodiak capricorn ini mendesain ruang dan interiornya serbamungil pula.

”Untuk penataan furnitur, kami harus hunting karena rumah tidak terlalu besar.Karena itu,banyak dipilih secara custom made mengikuti ukuran ruang yang digunakan,” ungkap wanita mungil ini. Hasilnya? Kesan nyaman pun sudah terasa mulai ruang tamu. Di ruangan ini terdapat kursi L shape dengan desain yang disesuaikan ukuran ruang. Dari ruang tamu, kita bisa melihat ruang keluarga karena posisinya berada tepat di depannya. Pembatasnya hanya lemari dua muka dengan pernak-pernik pembentuk ruang.

Di bagian lain rumahnya terdapat ruang makan yang dibuat terkoneksi langsung dengan dapur.Sementara,kehadiran seluruh ruang tidur dibuat dengan ukuran yang sama dengan posisi menghadap ke arah luar. ”Seluruh kamar dibuat menghadap langsung ke arah luar untuk memberi asupan sirkulasi udara dan cahaya matahari yang lancar ke dalam ruang,” papar wanita yang memiliki minat terhadap semua bidang seni dan olahraga itu. Konsep rumah dibuat tanpa sekat.

Bahkan,untuk menambah penataan yang maksimal, tampak pemakaian ceiling berukuran tinggi agar udara masuk dengan lancar ke seluruh ruang. ”Rumah ini tidak terlalu besar, makanya antarruang per ruang dibuat tanpa sekat. Dan untuk menambah luas hunian, penataan ceiling dibuat dengan jarak 3,25 meter,” ujar putri pasangan Drs Soetarto dan Ny Sarati, ini mantap.

Sisi lain yang membuat rumah ini tampak begitu nyaman melalui kehadiran dinding dengan finishing batu alam. Efek warna yang muncul dengan pemakaian batu alam tersebut terasa lebih cozy dan alami. Didukung pemilihan kaca glass block memberi asupan sinar matahari ke dalam rumah sehingga di siang hari pemilik cukup menggunakan cahaya alami.

Sementara, sisi lahan dimanfaatkan Ny Ari sebagai garasi yang terkoneksi langsung dengan teras dan taman mungil yang dilengkapi aneka jenis tanaman hijau di dalamnya.Karena lahan terbatas, untuk menyiasati kesan padat,Ny Ari menata seluruh tanaman dalam pot.

Petakan Bertingkat

Pembeda fungsi ruang. Tampak kehadiran lemari dua muka sebagai tempat untuk meletakkan aksesori pembentuk ruang berfungsi untuk membedakan ruang publik dan ruang privat.

Penataan hunian dengan luas lahan terbatas membutuhkan teknik khusus, mulai faktor pencahayaan sampai pemilihan interior dan warna yang cermat. Sebab, dengan penataan yang tepat akan membuat hunian mungil terasa luas. Konsep penataan hunian yang tepat itulah yang berusaha diaplikasikan Ny Ari.

Dengan penataan ruang per ruang yang dibuat selaras dan mendatangkan perasaan homypada setiap orang yang bertandang. Bahkan, agar penataan rumah mungil pemilik moto ”jalani hidup dengan ikhlas”ini tidak terlihat kaku, sumpek, dan sempit, Ari menyiasati dengan memilih barang yang fungsional dan bermanfaat saja. Sentuhan unik terasa melalui penataan split level mulai bagian depan hingga belakang.

Sebuah petakan-petakan bertingkat (terasering), memberi dampak artistik pada bangunan mungil tersebut. Salah satu tatanan itu dapat ditemukan di ruang tamu yang sengaja dinaikkan hingga mencapai 75 cm dari jalan di depannya. ”Sengaja kami meninggikan rumah ini dari jalan untuk menghindari banjir. Selain itu, agar memudahkan maintenance dan dari penataan feng shui, semakin masuk ke dalam rumah, harus lebih tinggi,” ucap ibunda Fachrizal Arga Prabawa dan Fariza Dear Gharinda ini.

Pemilihan warna natural krem di seluruh bidang dinding terasa pas dengan material alam yang digunakan dalam penataan interior huniannya. ”Pemilihan warna natural supaya lebih mudah memadupadankan furniturnya,” ungkapnya. Sebagai area favorit, Ny Ari memilih ruang keluarga. Di dalam kedua ruang itu, wanita ramah ini mengaku betah menghabiskan waktu seharian sambil mencari inspirasi. (chaerunnisa/SINDO/mbs)

Sumber : Rumahjogja.com

Oktober 14, 2008 - Ditulis oleh sarjito | interior | | & Komentar

& Komentar »

  1. terimakasih atas informasinya, sangat bermanfaat bagi saya..
    saya tunggu artikel2 berikutnya..

    salam sukses

    Komentar oleh arsitek rumah mungil | Oktober 19, 2008 | Balas

  2. gambar rumahnya kok gak d tampilkan ????

    Komentar oleh wiwik | April 27, 2009 | Balas

  3. selamat siang pak.. sebaiknya denah rumah yang bagus untuk tipe 36 ukuran 6×6, yang minimalis, sederhana tapi asri. terimaksih pak.

    Komentar oleh Novi | Juni 7, 2009 | Balas


Tinggalkan komentar